Isi Liburan Sekolah dengan Piknik Gratis ke Taman Kota, Pernah Coba?

Menikmati alam gratis adalah piknik yang membahagiakan.
Taman kota, tak ada tiket masuk.
Satwa yang terekam.

Libur telah tiba bagi anak-anak usia sekolah di Jerman. Momen liburan kali ini terasa berbeda yang membuat banyak orangtua urung pergi berwisata jauh dan berisiko. Ini juga yang mungkin saja anda alami sebagai orangtua saat liburan seperti sekarang tiba.

Piknik di taman kota adalah pilihan saya menghabiskan awal musim panas kali ini. Kami memilih taman kota yang tak padat dan tak banyak orang lalu lalang, akhirnya kami pergi ke kota tetangga yang sedikit tidak banyak hiruk pikuk seperti tempat tinggal kami. Piknik kota ini berada di lahan luas yang memang disedikan pemerintah lokal untuk konservasi alam.

Di musim panas di sini banyak orang menghabiskan waktu berjemur di taman atau mandi di tempat pemandian nature yang tersedia. Kami memilih piknik dengan membawa perlengkapan piknik, makanan/minuman, radio, buku bacaan dan segalanya untuk menikmati alam terbuka. Selain tikar piknik, kami punya tas piknik yang berfungsi sebagai pendingin makanan/minuman. Lengkap sudah!

Berjalan, jogging, berlari, membawa hewan peliharaan atau bersepeda.
Dari kejauhan saya memotret sarana olahraga dan taman bermain anak.
Bawa tikar, bekal makanan, bahan bacaan dan nikmati liburan bersama keluarga.

Begitu tiba di kota sebelah, kami langsung menggelar perlengkapan piknik. Di tempat ini banyak hal bisa dilakukan, termasuk tidur siang di bawah pohon. Lainnya, saya melihat pengunjung membawa anak-anak bermain di arena permainan yang disediakan. Ada pula beberapa remaja yang berolahraga di dekat situ. Sedangkan sisanya tetap berjemur di area hangatnya matahari.

Nah, piknik itu tak perlu keluar biaya tiket masuk. Bawa makanan/minuman dan perlengkapan sendiri sudah cukup menghibur diri bersama keluarga tercinta.

Apakah anda punya rencana piknik di lokasi tak berbayar sekitar anda juga dalam waktu dekat?

9 Comments

  1. Ya Allah pengen banget banyak taman kota di Indonesia kayak begitu. Lihat fotonya aja udah berasa segar. Kalau di Jerman disebutnya taman kota, melihat kondisi existing via fotonya, mungkin di Indonesia skalanya naik jadi hutan kota kayaknya.

    Liked by 1 person

    1. Tentang taman kota jadi hutan kota, saya gak paham Afridani. Tetapi tiap kota di sini memang selalu disediakan taman, area buat warga kumpul atau menikmati alam, modelnya macam2, kota yg ada danau ya deket danau, kota yg ada hutan ya sekitar hutan, kota yg ada sungai pun begitu. Jadi semua gratis dinikmati karena itu ciptaan Tuhan, kita merawat dan memeliharanya untuk terus lebih baik🙂 Terimakasih sudah berpendapat ya!

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.