Sebagian kota Zurich tampak dari Lindenhof.
Tempat belanja sovenir di pusat kota, seperti pisau lipat asal Swiss yang terkenal itu.

Zurich sebagai ibukota Swiss memiliki magnet tersendiri. Banyak wisatawan mampir ke sini rupanya tak hanya sekedar berbelanja saja. Ada yang sengaja menghabiskan waktu transit penerbangan untuk berkeliling kota Zurich sebentar, namun ada pula yang memang benar-benar menghabiskan liburan di Zurich. Semua tergantung pada selera pilihan anda. Saya bersama suami memang tak lama menghabiskan waktu di Zurich sehingga kami hanya berputar di pusat kota saja.

Selain lewat jalur penerbangan, Zurich bisa dijangkau dari berbagai negara sekitarnya. Kami sendiri memilih naik kereta api dari kota Frankfurt am Main. Perjalanan dengan kereta api ditempuh selama 5 jam lebih dari Hauptbahnhof Frankfurt am Main. Namun, jika anda ingin waktu perjalanan lebih singkat anda bisa memulainya dari kota Konstanz, Jerman. Anda akan menikmati indahnya pegunungan sepanjang Jerman – Swiss yang romantis.

Jika anda punya waktu lebih, anda bisa berkunjung ke destinasi wisata yang lebih jauh lagi seperti Uetliberg atau kebun binatang. Anda juga bisa mengikuti tur kapal berkeliling danau Zurich. Sayangnya cuaca saat kami datang tidak mendukung, sehingga kami putuskan tidak ikut wisata kapal. Jadi berikut 7 destinasi di kota Zurich.

1. Stasiun utama dan pusat perbelanjaan

Depat stasiun utama atau dikenal Hauptbahnhof.

Begitu tiba di stasiun utama Zurich, anda akan mendapati pusat perbelanjaan. Stasiun utama Zurich atau dalam bahasa Jerman disebut Hauptbahnhof merupakan stasiun kereta tersibuk di dunia, dimana hampir lebih dari dua ribu tujuan kereta hilir mudik tiap hari. Semisal anda berangkat dari satu negara ke negara lain di Eropa Tengah dan bermaksud mampir sebentar di Zurich, itu pun bisa menjadi ide menarik. Waktu transit di stasiun ini, banyak dimanfaatkan turis untuk berkeliling sebentar di pusat kota atau berbelanja.

Anda bisa juga memanfaatkan ide berbelanja tanpa harus ke mall atau toko-toko di luar stasiun. Stasiun utama Zurich ini memiliki 200 tenant bisnis yang melayani segala kebutuhan turis yang datang dan pergi. Tak hanya berbelanja sovenir saja, saya juga bisa makan dan rehat sebentar di sini. Stasiun di sini menyediakan kursi pijat berbayar dan ruang tunggu yang nyaman.

Keluar dari stasiun utama, begitu banyak butik dan pusat perbelanjaan yang membuat perempuan harus menahan diri agar tak luluh berbelanja. Tak jarang diskon barang membuat saya terpesona untuk membelinya. Ya, anda bisa mendapatkan segala kebutuhan life style anda di sini. Bersiaplah dengan dompet anda atau ikuti siasat suami saya yang menggandeng saya agar tidak lari membeli barang-barang branded.

2. Kota tua

Sisi kanan sungai adalah kota tua.
Jembatan menuju kota tua.
Salah satu sudut kota tua.

Kota tua dalam bahasa Jerman disebut Altstadt, yang secara administratif masuk dalam District 1. Ini tampak apabila turis seperti saya memesan penginapan, dimana area district menentukan patokan harganya. Alstadt sendiri seperti kota-kota tua di Jerman, tampak bangunan-bangunan menjadi butik ternama, hotel dan kantor pemerintahan. Di area District 1 ini juga masuk area Universitas Zurich, area Lindenhof dan Rathaus. Gereja yang tampak ikon kota akan dijelaskan berikutnya.

3. Grossmünster

Dua menara gereja Grossmunster begitu dikenali dari kejauhan.
Gereja dari dekat.
Gereja dari seberang jembatan.

Gereja pertama yang dibahas adalah Grossmunster atau dalam bahasa Jerman disebut “Großmünster” dengan dua menara kembar yang sudah tampak dari kejauhan. Gereja protestan ini masuk dalam gereja utama yang berada di Zurich. Gereja ini sendiri sudah berdiri sejak abad 12. Arstitektur dan riwayat sejarah gereja mendapatkan pengaruh sepenuhnya dari reformasi gereja yang muncul di abad pertengahan.

Jika menelisik keberadaan gereja ini, ada kaitan dengan awal mula administratif kota. Dahulu gereja ini memiliki santo pelindung yang sama dengan santo pelindung kota Zurich yakni Santo Felix and Regula. Sebagai martir dan orang kudus, Santo Felix and Regula lahir di Mesir dan pernah hidup di abad 3. Santo Felix and Regula adalah saudara kembar yang saleh yang kemudian diabadikan dalam dua menara kembar di gereja ini.

4. Fraumünster

Dari seberang jembatan.
Dari dekat.
Pintu masuk.
Dari jembatan Münsterbrücke.

Gereja kedua yang tak kalah menariknya di Zurich adalah Fraumunster yang sebenarnya usia gereja ini lebih tua daripada gereja Grossmunster. Gereja Fraumunster telah ada sejak abad 9 yang didirikan oleh seorang Raja dari Jerman. Namun sejarah panjang, perpindahan status kepemilikan gereja hingga reformasi gereja membuat gereja ini punya kisah tersendiri. Kian hari kian banyak pengunjung dari berbagai belahan dunia yang datang ke gereja ini sehingga berkunjung ke gereja ini anda perlu memperhatikan tiket masuk yang dikenakan petugas di pintu masuk.

Apa yang menarik dari gereja ini? Pertama lukisan kaca di jendela ini yang dibuat sangat indah seperti bersinar kemilau. Lukisan ini sempat hancur karena perang kemudian diperbaiki lagi dengan tidak menghilangkan makna lukisan. Lukisan kaca jendela ini disebut “Giacometti-Fenster” dan jendela lain disebut “Heaton-Fenster”. Hal kedua lain yang tak kalah menarik adalah organ besar dan tua yang menghiasi merdunya pujian kepada Tuhan

5. Limmatquai

Promenade atau jalan sekitar sungai Limmat.
Angsa di sungai Limmat.
Sisi lain dengan pemandangan gereja Großmusnter.

Limmatquai adalah jalur sepanjang di sungai Limmat. Sungai ini sendiri telah ada sejak berabad-abad lamanya di Zurich. Limmatquai menjadi jalan pemisah dan jalur yang membedakan pembangunan bangunan Ober dan Niederdorfstrasse. Kian hari jalur ini menjadi pemandangan menarik bagi turis, apalagi muncul ide love locked bridge yang pernah saya ceritakan sebelumnya.

6. Lindenhof

Suasana Lindenhof, dimana orang sibuk berfoto.
Pemandangan sekitarnya.

Lindenhof adalah salah satu titik mempesona di District 1 Zurich dimana turis bisa menyaksikan langsung panorama kota yang indah. Konon ini adalah tempat tertua di Zurich. Catatan ditemukan bahwa bangunan ini pernah ada sejak bangsa Celtic di situ abad 1 sebelum masehi. Terbukti masih ada situs prasasti dan bangunan bangsa romawi di sekitar Lindenhof.

Letaknya pun tak jauh dari Rathaus, kantor pemerintahan Zurich dan berjalan menanjak, berada di bukit. Lokasi ini mudah dikenali dengan banyak ditumbuhi tanaman lemon. Di Lindenhof terdapat air mancur dengan lambang patung kota.

7. Universitas Zurich

Sisi satu.
Sisi lain.

Bangunan terakhir yang saya kunjungi, hanya tak masuk ke dalam adalah Universitas Zurich. Kampus ini dikenal dengan ETH, yang sudah ada sejak abad 19. Konon Albert Einstein pernah berada di kampus ini. Saat kami datang, memang universitas di Jerman dan negara Eropa lainnya memang sedang libur perkuliahan. Untuk tiba di universitas ini, ada kereta menarik yang pernah saya bahas sebelumnya. Silahkan cek kereta polybahn yang saya ulas di link yang ditautkan!

Kesimpulan

Pengalaman berada di Zurich, Swiss yang dijelaskan di atas hanya berada di District 1 sekitarnya. Anda tentu bisa saja menjangkau area lain di Swiss yang juga sama atau lebih menarik lagi. Namun ini bisa menjadi pilihan untuk singgah sebentar bila anda berkunjung ke Eropa Barat.