Makanan Khas Jerman (70): Presssack atau Presswurst, Sosis Dingin Rasa Asam

Presswurst atau Presssack yang dipesan di restoran lokal.
Ini sosis yang dijual di supermarket.

Jerman adalah negeri yang kaya akan sosis. Jika saya hanya mengenal satu jenis sosis saja, tidak bagi warga di sini yang memiliki varian sosis bermacam-macam penyebutan juga. Sosis bisa digoreng, direbus, dipanggang bahkan bisa langsung dimakan begitu saja. Semua sesuai selera penggemar sosis masing-masing. Begitu pun soal rasa sosis, ada aneka macam bahkan ada sosis vegan dan vegetarian juga loh.

Beralih ke soal rasa sosis, kali ini saya berbicara soal sosis yang rasanya agak masam dan baru-baru dipesan suami saat kami makan malam bersama di suatu restoran lokal di sini. Kami datang ke suatu restoran yang menawarkan sajian khas Bavaria dengan sebelumnya melewati prosedur hiegenitas yang dianjurkan pemerintah. Kami duduk di tempat yang ditunjuk pramusaji sembari kami menuliskan data diri untuk informasi pengunjung restoran saat itu. Suami pun memesan presswurst, sementara pesanan saya akan diulas pada artikel selanjutnya.

Selang beberapa menit pesanan beserta minuman datang. Presswurst ini sebenarnya pernah saya ulas sebelumnya saat kami berada di salah satu restoran lokal di Bratislava, Slowakia. Dalam artikel kuliner lokal tersebut, saya menyebutnya pressack pada ulasan kuliner nomor 3. Ya, pressack adalah nama lain dari presswurst. Bentuk dan rasa sosis ini sama dan serupa, hanya saja memang ada berbagai varian lain yang kadang disertakan untuk melengkapi rasanya.

Wurst adalah sebutan orang Jerman untuk sosis. Presswurst bisa diartikan sosis yang memang dicetak terlebih dulu. Sosis ini memang dibekukan dan dibumbui sebelum disajikan. Warna sosis ini ada dua yakni merah dan putih. Untuk sosis yang warna merah memang rasanya lebih asam karena ini adalah presswurt otentik.

Sebelum dibekukan, memang ada potongan bacon yang dimasukkan dalam adonan. Seperti yang anda lihat, ini adalah sosis daging babi berbumbu yang kemudian dipanggang lalu didinginkan. Ada yang membuat sosis press ini menjadi lingkaran, namun ada pula yang kubus. Semua tergantung selera.

Untuk menikmati sosis ini biasanya ada acar bawang dan roti yang disantap saat malam hari. Dahulu orang menyimpan sosis demikian sebagai stok makanan saat musim dingin tiba misalnya. Lalu presswurst bisa disantap bersama roti sebagai hidangan istimewa ketika orang tak lagi ingin makan daging. Ini hanya sebagai alternatif sajian saja.

Orang masa kini tidak lagi disibukkan dengan mengolah dan menyimpan presswurst lagi. Mereka bisa dengan mudah mendapatkan aneka macam sosis termasuk presswurst di toko daging atau supermarket. Dengan harga terjangkau, orang tak lagi repot menyiapkan dan menyimpan sosis berlama-lama.

Menarik sekali mengetahui aneka macam sosis yang selama ini tidak banyak saya ketahui. Bagi anda yang suka gaya makanan western terutama kuliner Jerman, silahkan dicatat untuk dicoba kemudian hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.