Zugspitze (3): Menjangkau Puncak Tertinggi di Jerman pakai Kereta atau Kereta Gantung dari Eibsee

Layar monitor di kereta selama perjalanan.
Jalur kereta menuju Zugspitze.
Kami naik dari stasiun Eibsee.

Ada juga pilihan kereta gantung dengan jalur yang dilingkari ungu, stasiun kereta gantung dilingkari hijau dan lingkaran merah muda adalah danau Eibsee.

Selesai memarkirkan mobil, suami antri tiket parkir di mesin otomatis sedangkan saya menunggu di sebelah mobil. Tiba-tiba seorang remaja belasan tahun berambut pirang menawarkan satu karcis pada saya. Dia berkata bahwa saya bisa menggunakan karcis miliknya yang belum terpakai. Saya tidak tahu apa modusnya, hingga saya dan suami bermaksud bertanya pada penjaga karcis di loket kereta. Ternyata tiket itu sudah digunakan, tetapi apa maksudnya si gadis remaja itu memberikan pada saya? Masih misteri sampai sekarang.

Ada dua pilihan menuju ke puncak dari stasiun Eibsee. Pilihan pertama adalah kereta gantung, yang stasiunnya terletak di dekat jalur menuju danau Eibsee. Pilihan kedua adalah kereta biasa api biasa yang dikelola Deutsche Bahn. Anda pasti sudah tahu apa pilihan saya, saat suami bertanya pada saya. Akhirnya kami naik kereta api saja, bukan kereta gantung.

Tiket sebesar 50-an Euro per orang untuk kereta api dari stasiun Eibsee. Ada petugas yang mengarahkan, sebaiknya kita menunggu di jalur mana karena ada beberapa jalur yang mungkin membuat saya menjadi bingung. Di brosur depan loket tiket tersedia jadwal keberangkatan kereta api sebagai kepastian jadwal. Kereta api menuju puncak Zugspitze berawal dari bawah.

Petugas mengarahkan kami untuk masuk, dengan tetap menjaga jarak dan memakai masker selama perjalanan. Kereta api tampak bersih, bagus dan terawat apik. Ada monitor informasi yang berisi jalur stasiun dan bagaimana kisah pembangunan Zugspitze yang begitu memukau. Sebagaimana anda tahu itu pasti tidak mudah. Para ahli insinyur Jerman yang merancang dan membuat ini semua. Teknologi ini pula yang membuat siapa saja bisa berkunjung ke Zugspitze tanpa berlelah mendakinya.

Jalur terowongan kereta.
Kereta menuju Zugspitze.

Di lorong gelap menuju puncak, dibangun mirip seperti lorong untuk jalan raya dan jalan tol. Tersedia pintu darurat dan telepon darurat di bagian tertentu. Tersedia pula papan informasi soal ketinggian dalam hitungan meter. Saat berada di tengah perjalanan, tiba-tiba Masinis memberi informasi soal danau Eibsee di sisi kereta. Tak hanya itu, kami juga harus menunggu beberapa saat karena ada kereta dari puncak menuju ke bawah yang beriringan dengan kami.

Waktu tempuh kereta kira-kira sekitar satu jam. Kami lebih sering menjumpai terowongan ketimbang panorama alam. Begitu tiba di puncak, kami langsung menuju ke puncak Zugspitze dimana banyak pengunjung dengan perlengkapi mendaki dan naik gunung tampak bersiap diri berpetualang. Yups, petualangan kami segera dimulai.

Rupanya kami tak bisa berlama-lama karena pengumuman kereta terakhir telah datang. Kami pulang dengan kereta api kembali, yang tampak penuh ketimbang kereta keberangkatan. Kami pulang bersama rombongan pendaki gunung.

Cerita di Zugspitze masih berlanjut.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.