Innsbruck, Austria (2): Ambras Schloss, Kastil Bergaya Renaissance yang Artistik di Atas Bukit

Kastil dengan taman artistik.
Bangunan bergaya renaissance.
Interior dalam di Spanish Hall.

Untuk menyelami kota Innsbruck, kami memilih program tur sightseeing yang bisa dibeli di loket dalam stasiun utama kereta api. Karena kami datang di hari Minggu dan loket itu tutup, maka kami bisa membelinya di toko penjualan lotre dan rokok, yang juga berada di dalam stasiun kereta api (=Hauptbahnhof). Bus wisata keliling kota macam Hop on Hop off sudah terjadwal setiap hari. Bagi yang berminat bisa menunggu antrian bus di depan stasiun atau halte Altstadt.

Tujuan pertama kami berkeliling adalah kastil Ambras atau disebut Ambras Schloss. Kastil ini letaknya di atas bukit dan agak keluar dari kota. Dengan mengikuti program tur, kami tak perlu bayar tiket parkir mobil dan repot lagi. Selanjutnya kita bisa menunggu bus sightseeing untuk kembali ke dalam kota Innsbruck, di halte bis yang terletak di depan kastil.

Berjalan masuk ke dalam area kastil, kami disuguhi pemandangan bangunan yang menjulang besar dan megah khas bangunan Renaissance. Tak kalah menariknya di sisi kastil tersebut terdapat taman artistik yang memang sengaja dibentuk sehingga menarik pengunjung. Bahkan area taman kastil (=Schloss Park) yang lapang dengan pemandangan kota Innsbruck bisa menjadi pilihan banyak orang untuk rileks dan berolahraga.

Untuk masuk ke dalam kastil, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk. Di dalam kastil seperti umpamanya kastil-kastil lain di Eropa terdapat ruang-ruang penting dan bersejarah seperti Spanish Hall. Di area yang berisi potret para penguasa Tyrol di masa lalu, yakni Spanish Hall ini rutin digelar konser klasik. Sisanya adalah galeri lukisan, ruang pamer pakaian bangsawan, gudang senjata, buku tertua di Eropa hingga kapel yang dibangun tahun 1330. Semua koleksi artistik dan antik ini menjadi simpanan museum yang diletakkan di bagian bawah kastil.

Sisi samping yang bertuliskan “Archduke Ferdinand II” karena dahulu kastil ini menjadi kediaman keluarganya abad 16.
Disebut “Keuchgarten” di sisi kastil.
Sisi samping lainnya, dekat taman terbuka.
Pemandangan sekitar kastil.
Sisi arsistik taman di dekat kastil

Kastil ini memang indah karena terletak di atas ketinggian lebih dari lima ratus meter di atas permukaan laut. Bertengger di atas bukit, kastil ini dijuluki sebagai kastil tertua karena dibangun pada abad 10. Bangunan ini kemudian diubah bergaya renaissance abad 16 hingga sekarang oleh Archduke Ferdinand II.

Nama Archduke Ferdinand II terpampang jelas di pintu masuk kastil. Dahulu kastil ini menjadi kediaman keluarganya. Beliau adalah putra dari Raja Ferdinand I yang memiliki jiwa seni yang tinggi. Koleksinya itu masih tersimpan dalam museum di bagian bawah kastil, yang menjadikannya sebagai museum. Itu sebab kastil ini menjadi tujuan wisata.

3 Comments

Leave a Reply to growingupfra Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.