5 Alasan Berkunjung ke Basilika St. Michael di Mondsee, Austria

Basilica minor St. Michael tampak depan.
Mondsee.
Di samping gereja kanan ada memori perang dunia.

Setelah berada di Salzburg, kami menjangkau danau Mondsee yang letaknya tak jauh. Danau-danau ini masih seperti yang saya bahas sebelumnya dimana danau ini tampak indah di antara pegunungan, gratis dan menjadi tujuan wisata keluarga. Namanya Mondsee yang tentunya suasana dan keindahan danaunya mirip karena lokasinya yang berdekatan dengan Wolfgangsee, Fuschslsee dan Trauensee. Semua tergantung pilihan dan selera anda menikmati alam pegunungan yang menjadi latar dari film The Sound of Music dan danaunya yang cantik.

Saat jam makan siang tiba, kami memilih merapat di pusat kota. Rupanya di pusat kota ini terdapat gereja katolik yang mempesona, kami pun berkunjung ke dalam. Basilika Santo Mikael menjadi pemberhentian kami selanjutnya untuk dibahas. Mengapa? Ternyata gereja ini layak dikunjungi terlepas dari gaya arsitekturnya yang megah dan tak lekang waktu. Ada lima alasan yang membuat gereja ini mempesona. Di hari Minggu ini, saya ajak anda berkunjung ke Basilika St. Michael di Mondsee.

1. Gelar kehormatan Basilika Minor

Pintunya melambangkan gelar kehormatan sebagai Basilica Minor dari Paus.

Di halaman gereja terdapat bendera kepausan yang mudah dikenali, berwarna kuning putih. Lalu ada lambang kepausan dan nama paus sekarang di pintu masuk. Itu sebab saya tertarik masuk ke dalam karena pastinya ada alasan. Beruntungnya di situ tersedia papan informasi yang menjelaskan gereja ini mendapatkan gelar kehormatan sebagai “Basilica Minor” sejak tahun 2005 dari Paus. Saya sendiri kurang paham alasan pemberiannya.

Di dunia terdapat 1600-an gereja katolik yang menyandang “Basilica Minor”. Sedangkan gelar “Basilika Mayor” jumlahnya lebih sedikit lagi, bisa dihitung dengan jari jumlah di seluruh dunia. Di Jerman, gereja yang pernah saya datangi dan mendapat gelar “Basilica Minor” seperti Basilika Santa Anna di Ältoting dan Sankt Martin di Landshut. Sedangkan gelar “Basilica Mayor” yang pernah saya kunjungi seperti Basilika Santo Petrus di Vatikan.

2. Telah ada sejak tahun 739

Gereja katolik di Jerman dan Austria umumnya merupakan gereja tua yang berusia ratusan tahun. Seperti Basilika Santo Mikael ini merupakan paroki yang masuk dalam keuskupan Linz, yang menjadi paroki tercatat sejak tahun 1791. Namun dari historis bangunan dan tempat ibadah sebenarnya usianya jauh lebih tua lagi, yakni sejak tahun 739. Rupanya pertama kali alasan pendiriannya adalah sebagai bagian dari biara Ordo Santo Benediktus.

Bila sekarang gereja ini masih tampak kokoh dan megah, bukan berarti tidak mengalami renovasi. Gereja ini beberapa kali mengalami perbaikan, bahkan pernah mengalami kebakaran. Abad 13 dan abad 14 gereja ini hampir tak berfungsi karena kebakaran hebat. Setelah perbaikan, muncul kembali kebakaran pada bagian atapnya pada tahun 1774. Kini gereja ini masih aktif melayani umat sekitar paroki. Saat saya dan suami datang, gereja tertutup karena ada perhelatan pernikahan yang megah.

Samping kiri, bersebelahan dengan museum Mondsee, yang dulu abad 18 menjadi bagian dari biara ordo santo Benediktus.

3. Pernah jadi bagian dari film The Sound of Music

Apakah anda tahu film “The Sound of Music” yang diperankan Julie Andrews dan pernah populer tahun 1960-an? Film ini mengambil setting dan suasana di Salzburg, Austria. Di akhir film, si aktris Julie Andrews akhirnya menikah dengan pria pujaannya. Pernikahan megah tersebut memang berlangsung di salah satu gereja di Salzburg tetapi di bagian akhir terdapat scene tampilan Basilika Santo Mikael ini.

4. Bergaya arsitektur gothik, namun interiornya banyak bergaya baroque

Interior dalam gereja yang menunjukkan gaya arsitektur gothik.

Basilika yang saya kunjungi memang selalu mempesona arsitektur dan interior bagian dalamnya. Begitu pun Basilika Santo Mikael. Menariknya, gaya arsitektur pada gereja ini bergaya gothik yang tampak dari dua menara gereja yang runcing. Lainnya gaya gothik ditujukkan pada bagian interior langit-langit gereja yang disebut Ogival Architecture, yakni lengkungan runcing dan tajam.

Gereja ini berlantai tiga termasuk ruang khusus paduan suara dan ruang bawah tanah. Namun dalam gereja banyak menampilkan sisi arsitektur khas baroque. Bangunan bercirikan baroque dipopulerkan Gereja Katolik pada masa itu untuk membangkitkan perasaan emosional dan suasana spiritual pada umat yang datang. Itu sebab sekitar dalam Gereja dihiasi oleh lukisan tentang bagian dari Alkitab atau tokoh-tokoh orang kudus lainnya seperti yang saya lihat di sisi kanan kiri gereja.

5. Punya duplikat “Black Madonna” dari Ältoting

Informasi lain yang saya dapatkan dari Basilika Santo Mikael ini adalah memiliki duplikat Bunda Maria Hitam atau yang dikenal “Black Madonna” yang awalnya berasal dari Ältoting. Cerita tentang Black Madonna dapat diklik pada link yang ditautkan. Secara resmi tahun 2013, gereja ini memiliki “Black Madonna” seperti yang disebutkan di papan informasi di muka gereja.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.