Makanan Khas Jerman (76): Matjesfillet, Masakan Ikan Hering (Matjes) Asal Belanda yang Digemari di Jerman

Pesanan Matjesfillet di restoran lokal di Jerman.

Cerita makan ikan dengan roti atau kentang menjadi hal umum yang saya dapati di benua biru ini. Saya sudah bagikan kepada anda berbagai pengalaman makan ikan dengan kentang atau roti, yang disebut fischbrötchen saat menyambangi pasar ikan Hamburg.

Meski terasa “ajaib” di awal, kini saya mulai menyukainya. Seperti baru-baru ini yang kami pesan di restoran lokal, makan ikan matjes asal Belanda dengan rasa sedikit asam segar bersama kentang. Penasaran ‘kan apa itu ikan matjes? Yuks, kita simak berikut.

Ikan matjes dalam bahasa Indonesia bisa jadi disebut ‘ikan hering’ yang populer dan berasal dari Belanda. Kemarin saat menjelajah Belanda, kami belum sempat menikmati ikan tersebut. Namun kami bisa menikmati kelezatan ikan hering di negeri tetangga Belanda, yakni Jerman.

Ikan hering biasa disajikan di Jerman dalam berbagai kesempatan di restoran atau sekedar Imbiss, warung penyedia makanan cepat saji. Di Jerman, ikan ini disebut matjes. Nyatanya ikan hering juga menjadi santapan populer di Swedia dan Polandia yang juga dilintasi laut Nord Sea, dalam petualangan kami beberapa waktu lalu.

Bagi orang Jerman, ada perbedaan antara ikan matjes dan ikan hering. Ikan matjes itu sebutannya “jungfraülicher Hering” yang berarti ikan tersebut belum memiliki kemampuan reproduksi, sehingga belum menghasilkan telur. Lalu ada lagi perbedaan antara ikan matjes dengan “Bismarckhering” karena saya pun baru tahu saat saya memesan pesanan ikan. Namun lagi-lagi, saya lebih memilih menyebutnya ikan hering saja kemudian menikmatinya, daripada dipusingkan dengan istilah penamaan ikan.

Matjesfillet, lebih tepatnya “Bismarckthering” juga disajikan di roti, yang saya pesan di salah satu tempat wisata di Jerman.

Ikan ini sangat lezat dan benar-benar nikmat dalam bumbu sederhana khas orang Eropa. Rasanya tak terlalu asin ditambah acar bawang. Tebakan saya salah, ikan matjesfillet ditambah kentang rebus dan acar bawang sudah membuat lidah saya sungguh menikmati sensasi makan ikan yang nikmat.

Biasanya sajian ini juga diberi sahnesoße yang berisi racikan yoghurt asam, merica dan Kräuteressig. Makan ikan selama ini yang saya nikmati terbiasa begitu banyak bumbu rempah seperti pepes ikan yang saya buat atau makan ikan bumbu kari dari India.

Kesempatan lain saya menikmati ikan hering adalah saat saya berkunjung ke area wisata Desa Terindah di Jerman, Lübbenau. Tentang kunjungan wisata saya ke desa terindah ini, akan saya ceritakan terpisah. Di situ terdapat imbiss yang menjual ikan Bismarckhering yang diselipkan di antara roti. Seperti yang anda lihat dalam foto yang saya sertakan, tak ada perbedaan soal ikan hering, hanya istilah bismarck, matjes dan hering yang membuat saya bingung menjelaskannya.

Fischbrötchen yang saya pesan ini, ikan hering bersama roti benar-benar nikmat juga. Ada acar bawang dan sayur selada air dalam balutan roti dan ikan bismarckhering yang saya pesan.

Saya suka sekali menyantap dua menu ikan matjesfillet ini, baik pakai kentang maupun pakai roti. Akhirnya saya percaya bahagia itu bukan makan apa yang sedang anda nikmati, tetapi bagaimana anda menikmati apa yang sedang anda makan.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.