Pesanan saya.
Nyhavn, Kopenhagen.

Kopenhagen begitu indah di hari Minggu kala kami berjalan kaki menyusuri area Nyhavn, yakni distrik yang berisi kanal-kanal, kapal dan tempat makan dengan pemandangan mirip seperti di Amsterdam. Cerita tentang Nyhavn, saya lanjutkan di artikel terpisah. Bagaimana pun Nyhavn kerap menjadi tempat instragamable bagi turis yang datang ke Kopenhagen. Tak terbayang indahnya tempat ini di waktu musim panas karena kami datang setelah Kopenhagen diguyur hujan.

Kami pun menyusuri bagian seberang Nyhavn dan melalui jembatan bersamaan para warga yang berjalan kaki, jogging dan bersepeda. Nama area tersebut adalah Broens Godekoken, semacam food court dengan tawaran kuliner kelas dunia. Kebetulan kami datang sudah jam 12 siang, waktu makan siang tiba.

Broens Godekoken bisa menjadi pilihan wisata jika anda menyambangi Kopenhagen. Di sini tersedia berbagai macam menu makanan ala western atau eastern. Kami pun berkeliling memperhatikan satu demi satu tenant yang ada di situ. Semua begitu menarik dan menggoda untuk dicoba. Area tempat makan ini dibangun dengan suasana kekinian yang instragamable sesuai citra generasi milenial. Desain tempat makan ini layak dijadikan tempat berfoto bila anda menginginkannya juga. Ini bisa menjadi tempat nongkrong yang menarik di Kopenhagen.

Oh ya, tak hanya soal makanan saja yang disajikan di sini. Aneka macam minuman pun tersedia di sini. Anda bisa memilih sesuai selera dan kantong dompet anda. Tak usah khawatir soal pembayaran, saya yang tak memiliki mata uang lokal Danish Krone (DKK) bisa membayar dengan kartu. Semudah itu melakukan transaksi pembayaran selama di Kopenhagen, saya tak perlu menukar uang atau memiliki uang DKK.

Pilihan saya di hari Minggu siang itu adalah mie selera asia. Sejauh apa pun berada, rasanya mencoba makanan selera asia memang tak pernah berhenti untuk dipesan. Saya lupa nama kedai yang menjual mie yang saya pesan. Mie ini punya taste asam segar dengan sawi bakut di dalam mie. Irisan daging dan kacang goreng menemani mie yang saya pesan. Jujur saya belum pernah mencoba mie serupa sebelumnya, ini seperti racikan Chef yang handal. Rasanya sempurna enak! Ini rekomendasi saya bila anda datang ke sini.

Broens, semacam food court.
Pesanan suami.

Suami saya seperti biasa, dia selalu memesan makanan yang setidaknya sudah dia ketahui dulu rasanya. Dia tidak suka bereksperimen seperti saya, memesan makanan yang belum diketahui. Seleranya pun terasa western, yakni roti dinkelvollkornbrot yang saya kenal di Jerman ditambah sea food kesukaannya. Lagi-lagi saya lupa nama kedai yang dipesannya. Isiannya adalah roti, ikan lachs yang diberi tepung kemudian digoreng ditambah acar udang. Suami saya suka dengan pesanannya. Wajar jika saya katakan jajanan street food ini dirancang Chef yang handal.

Lokasinya strategis nan indah. Tak terbayang kita bisa nongkrong sambil melihat lalu lalang kapal di langit biru Denmark yang mengesankan. Ditambah lagi suasana instragamable dari food court ini menambah daftar spot foto kekinian di Kopenhagen. Bagi saya yang tak terlalu suka berfoto, tempat ini recommended untuk mencoba selera masakan Chef yang handal dengan rasa tasty.

Mungkin anda penasaran, mengapa saya tak ambil suasana food court instragamable ini. Kami datang setelah hujan baru saja mengguyur Kopenhagen. Langit tampak mendung bergelayut yang membuat saya urung mendokumentasikan lokasi ini. Saya rekomendasikan anda untuk berkunjung ke sini bila berkunjung ke Kopenhagen.