Stettin, Polandia (1): The Cathedral Basilica of St James the Apostle, Gereja dengan 3 Gaya Arsitektur Sekaligus

The Cathedral Basilica of St James the Apostle di kota Stettin, Polandia.

Beberapa waktu lalu kami pergi ke salah satu tetangga Jerman, yakni Polandia. Sebetulnya kami sudah menyambanginya di pinggiran perbatasan Jerman – Polandia, hanya saja kami tidak mendokumentasikan apa yang menarik dalam kunjungan yang lalu. Alasan lain, kota Stettin berjarak 125 kilometer dari Berlin, ibukota Jerman.

Kami berkesempatan berkunjung ke kota Stettin yang pernah menjadi bagian dari negara Jerman. Salah satu bangunan bernilai historis yang menjadi saksi sejarah itu adalah Katedral St. Yakobus atau The Cathedral Basilica of St. James the Apostle di pusat kota Stettin.

Dahulu gereja ini menjadi bagian dari negara Jerman, dengan bangunannya mirip seperti gereja Mariankirche di Lübeck dan saat itu gereja tersebut menjadi gereja protestan. Kemudian Stettin menjadi bagian dari negara Polandia sehingga gereja ini kemudian menjadi gereja katolik kembali. Kami pun berhenti sejenak di gereja ini, sebelum kami melanjutkan perjalanan. Saya hanya mendokumentasikan bagian luar gereja saja.

Pintu masuk ke dalam.
Gereja yang tampak dari taman kota Stettin.

Selain menjadi saksi sejarah pergolakan zaman, Katedral St. Yakobus juga memiliki sisi menarik dari segi arsitekturnya. Saya yang tinggal di Bavaria, Jerman sering menjumpai arsitektur bangunan gereja yang mirip satu sama lain. Anda bisa cari di kata kunci, arsitektur gereja yang sudah saya bahas sebelumnya. Hal menarik dari segi arsitektur di Katedral St. Yakobus adalah bangunan ini memiliki tiga konsep arsitektur.

Semula gereja katolik yang telah ada sejak abad 12 baru selesai pembangunannya pada abad 14 dengan gaya arsitektur romanesque yang populer di Eropa pada abad pertengahan. Kemudian perang terjadi pada abad 17 yang merusakkan sebagian gereja. Pembangunan arsitekturnya berubah menjadi bergaya baroque. Dengan sedikit renovasi, bangunan gereja baru selesai pada abad 19.

Berbagai pergolakan politik dan reformasi gereja pun membuat gereja ini tak luput menjadi saksi sejarah. Dari tahun 1535 hingga 1945, gereja katolik ini beralih menjadi gereja protestan dan masuk dalam teritori negara Jerman. Berakhirnya perang dunia kedua membuat gereja ini pun kembali menjadi gereja katolik seperti semula setelah Stettin pun kembali masuk dalam teritori negara Polandia.

Pada tahun 1983, Paus Yohanes Paulus II menganugerahkan Katedral St. Yakobus menjadi Basilika Minor. Apa itu Basilika Minor? Silahkan cek artikel sebelumnya saat saya berkunjung ke Basilika St. Mikael di Austria.

Pada tahun 2010, konsep arsitektur Basilika St. Yakobus ini berubah menjadi Neo-Baroque atau The Baroque Revival. Gaya bangunan ini banyak diterapkan di Eropa sekitar abad 19-an akhir. Kini Katedral St. Yakobus masih tetap aktif melayani umat di Keuskupan Stettin, Polandia. Saat kami datang, kami melihat umat sedang menyiapkan layanan aktivitas rutin gereja.

Selamat berhari Minggu!

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.