Tampak depan.
Bagian dalam.
Penataan buku di rak kayu.

Cerita kami kunjungan ke Swedia berawal di Malmö, kota pesisir yang terletak di Selatan. Hanya saja, saya masih sibuk dengan berbagai aktivitas perkuliahan sehingga saya menulis secara acak saja. Seperti sekarang saya memulai cerita kunjungan ke Swedia berawal di Trelleborg. Padahal kami pergi ke Trelleborg di hari terakhir di Swedia untuk kembali menuju ke Jerman.

Apa yang membuat saya memulainya di Trelleborg? Pertama saya menjelaskan soal perpustakaan menarik yang kami kunjungi di sana, sambil kami menunggu jadwal kapal ferry. Kedua, kota Trelleborg membuka mata saya tentang sejarah bangsa Vikings yang selama ini hanya saya lihat di dunia hiburan. Di kota ini, tersimpan jejak bangsa Vikings yang akan saya jelaskan terpisah.

Kali ini saya membahas perpustakaan yang membuat saya merasa tidak bosan di antara tumpukan buku. Saya suka sekali membaca. Selain itu, saya pernah bekerja sebagai asisten perpustakaan kala saya masih menjadi mahasiswa dahulu. Menjadi asisten perpustakaan di kampus, tempat saya belajar adalah pekerjaan pertama saya. Dari pekerjaan ini, saya belajar bagaimana mengelola, menata dan melakukan pengarsipan.

Kembali ke cerita kunjungan saya dan suami ke perpustakaan di Trelleborg beberapa waktu lalu. Inisiatif saya berkunjung ke perpustakaan ini dikarenakan kami ternyata memiliki banyak waktu lowong sebelum kembali ke Jerman. Untuk berangkat naik kapal ferry, kami harus pergi ke kota sebelah yakni Trelleborg. Cerita detil soal ini, saya ceritakan terpisah.

Akhirnya saya putuskan untuk menghabiskan waktu duduk dan membaca di perpustakaan. Rupanya aksara perpustakaan untuk bahasa jerman dan bahasa swedia mirip, yakni Bibliothek untuk bahasa jerman dan Bibliotek untuk bahasa swedia. Letak perpustakaan pun berada di pusat kota yang membuat kami senang, kami tak pusing memikirkan parkir mobil. Rupanya Bibliotek Trelleborg adalah salah satu destinasi wisata jika anda datang ke kota kecil ini. Informasi ini saya dapatkan dari telepon pintar saya.

Jika destinasi wisata negara lain jarang sekali memasukkan perpustakaan sebagai destinasi wisata, maka tidak untuk Swedia. Anda layak untuk datang ke perpustakaan ala negeri Scandinavia yang apik dan menarik. Bahkan desain dan tata ruang perpustakaan terkesan moderen dan nyaman. Datang bersama kami adalah pasangan opa dan oma, warga lokal yang datang untuk membaca koran dan majalah lokal.

Sisi lain perpustakaan, minimalis tetapi menarik.
Bagian lain, ruang untuk anak-anak.

Di pojok perpustakaan tersedia bangku nyaman untuk si opa membaca koran. Sementara oma tampak mengelilingi mencari buku di bagian rak buku-buku. Pojok baca tidak dibuat seperti meja dan bangku saja, tetapi didesain dengan lampu, rak koran dan majalah dan berada di dekat di jendela. Wow, instragamable kan!

Sudut instragamable lainnya adalah buku-buku disusun ke atas hingga menyentuh ke langit-langit perpustakaan. Keren! Itu sebab, cerita saya pertama di Swedia adalah tentang perpustakaan di kota kecil ini. Saya hanya tidak bisa membayangkan bagaimana perpustakaan di kota besar lainnya. Pasti lebih indah dan lebih menarik lagi.

Di situ juga tersedia buku-buku baru seperti buku tentang Greta, pencetus gerakan Friday for Future. Kategori buku dikelompokkan sesuai dengan tema dan topiknya. Tersedia juga ruang multimedia bagi yang memerlukannya.

Di bagian depan, ada ruang baca untuk kategori anak-anak. Saya suka sekali bagian ini. Ruang baca anak-anak seperti di taman bermain yang membuat siapa saja betah di situ. Sofa-sofa kecil beraneka warna dengan karpet khas anak-anak. Belum lagi media pembelajaran untuk anak-anak diletakkan sebagai dekorasi dinding atau pelengkap ruangan. Saya yakin anak-anak pasti senang berada dalam situasi nyaman seperti itu.

Buku-buku yang tersusun di dalam rak kayu khas desain scandinavia membuat suasana perpustakaan semakin hangat. Staf bagian informasi pun dengan ramah menyambut turis seperti kami. Belum lagi, suasana hening khas perpustakaan membuat kami nyaman membaca beberapa buku, meski dalam bahasa lokal. Di kota kecil Trelleborg, perpustakaan menjadi destinasi wisata yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan.

Apakah anda suka berkunjung ke perpustakaan di kota anda?