Black Friday: Sudah Siapkah Anda Berbelanja Hari ini?

Ilustrasi.

Beberapa tahun belakangan ini istilah “Black Friday” menjadi kecenderungan tersendiri di Jerman. Black Friday tahun ini dimulai pada hari Jumat ini. Di negeri Tiongkok misalnya ada hari belanja yang dilakukan pada saat Hari Lajang. Sedangkan di Indonesia, ada istilah “Harbolnas” yakni hari berbelanja online nasional yang menawarkan diskon “gila belanja” pada hari itu.

Tawaran harga yang “menggila” murah, gratis layanan antar, barang bergaransi, pembayaran yang bisa ditunda hingga julukan “Shopping Queen” yang melibatkan public figure pun semakin gencar. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan orang-orang agar mengeluarkan uang dan bersiaplah mendapatkan barang yang diinginkan. Apakah anda sudah bersiap-siap berbelanja hari ini?

Fenomena Black Friday awalnya muncul di negeri Paman Sam pada tahun 1950-an. Saat itu dunia ritel memilih hari Jumat di minggu terakhir bulan November untuk membuat diskon tinggi agar lebih banyak orang tertarik berbelanja. Selepas Hari Thanksgiving yang berlangsung kemarin, program Black Friday memberi pengalaman berbelanja jelang tutup tahun.

Berbagai tawaran diskon yang menggiurkan sudah mulai beredar di jagat maya agar orang tertarik berbelanja. Lupakan sejenak masalah anda dan berbelanjalah! Semacam program yang membius orang untuk berbelanja ketika saat ini banyak orang mengecangkan ikat pinggang mereka.

Sebentar lagi, kita memasuki bulan Desember. Kebanyakan dari kita menyimpan uang untuk keperluan Hari Raya Natal, acara keluarga dan berlibur akhir tahun. Dunia ritel memberikan istilah Black Friday agar tiap orang bisa berbelanja. Lewat potongan harga dan diskon yang istimewa maka orang tertarik berbelanja.

Bagi sebagian orang, Black Friday adalah kesempatan yang dinantikan sepanjang tahun dimana mereka bisa mendapatkan barang-barang yang diinginkan. Tahun lalu misalnya sebagian kenalan saya berhasil mendapatkan barang-barang elektronik, tas, perlengkapan rumah tangga dan lainnya. Bahkan saya sempat mewawancarai teman-teman dari negeri lain yang juga sudah terbiasa berbelanja saat Black Friday. Itu artinya, Black Friday itu tidak hanya dikenal di USA atau Jerman saja.

Black Friday itu diikuti oleh banyak negara di dunia agar banyak warganya berbondong-bondong berbelanja. Namun permasalahannya, bagaimana tradisi Black Friday bisa tetap dilakukan kala kasus Corona tidak juga berhenti? Di tengah ketidakpastian situasi di luar rumah, fenomena Black Friday tetap tidak tergantikan dengan berbelanja online. Jagat maya pun ramai dengan promosi berbelanja online yang menggiurkan.

Sebagai konsumen, anda bisa pilih apa yang anda inginkan hanya dengan “duduk manis” di rumah. Barang pun langsung di antar ke rumah, bahkan tersedia diskon atau program menarik layanan antar ke pintu rumah anda.

Nah, masalahnya apakah anda sudah menyediakan anggaran khusus untuk Black Friday? Jangan sampai anda lupa bahwa anda masih punya prioritas lain sebelum berbelanja barang yang diinginkan!

Happy Shopping!

6 thoughts on “Black Friday: Sudah Siapkah Anda Berbelanja Hari ini?

  1. Bonjour, on peut aussi décider de consommer autrement, de privilégier l’échange humain, de développer un “shopping” éthique, de créer, de ne pas se laisser résumer à la consommation, j’ai beaucoup apprécié votre article car j’ai réalisé alors que cette folie consommatrice touche le monde entier !!!! Et comme le mot “Harbolnas” est beau, très bonne journée, Louise Salmone

    Liked by 1 person

    1. As written, „Harbolnas“ is a term in Indonesia to promote the online shopping day. I’ve known only Black Friday in almost end of year when I was in Germany. In this crisis pandemic, I think everybody has own idea to shop or not. Eventhough we keep online shopping, but we must consider the urgent budget as priority in life. Remain safe at home is better than going outside. So, stay safe there Louise. Have a nice weekend☕ (Anna)

      Liked by 1 person

    2. Oui bien sûr, rester en sécurité est important, et vous avez bien raison de le dire, oui, oui, oui il faut faire attention mais vivre uniquement par écran interposé me presque inhumain, c’est notre façon de vivre qui a engendré la folie que nous vivons, il va devoir être nécessaire de remettre en question nos modes de vie. Et merci pour la précision de Harbolnas. Je vous souhaite également un très bon week-end. Louise Salmone

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.