Ilustrasi.

Seorang pembaca mengirimkan pertanyaan pada saya setelah membaca cerita pendek saya yang berjudul “Menikmati Hidup Apa Adanya”. Saya pun berpikir untuk menjelaskannya berdasarkan buku self-help yang baru saja saya baca. Namun anda perlu tahu bahwa menikmati itu tak ada syarat dan teorinya. Menikmati yang terpenting itu dilakukan secara sadar.

Anda boleh saja tidak setuju dengan apa yang saya sampaikan berikut. Mengapa? Karena tiap orang punya gaya masing-masing menikmati hal yang memanjakan dirinya. Menikmati hidup itu bukan berarti apa yang sedang kita nikmati melainkan bagaimana kita menikmatinya.

Oleh sebab itu, saya sarankan agar anda bisa menikmati seperti yang anda inginkan.

1. Luangkan waktu

Bagaimana kita bisa menikmati sesuatu hal, jika kita tak pernah punya waktu untuk meluangkannya? Kita sama-sama menikmati sarapan pagi, tetapi pengalaman menikmati sarapan pagi yang tidak pernah meluangkan waktu dengan pengalaman menikmati yang sadar tentu berbeda. Mereka yang benar-benar menikmati sarapan pagi akan menyadari apa yang dikonsumsinya, tidak terburu-buru dan membahagiakan dirinya dengan apa yang dikonsumsinya.

Meluangkan waktu berarti anda secara sadar tahu apa yang dilakukan saat itu dan tak ada tekanan waktu. Meski waktu lowong itu hanya sebentar misalnya hanya menikmati kopi saja, tetapi anda benar-benar menikmati rasanya. Sesaat itu cukup, ketimbang anda punya banyak waktu tetapi tak pernah menikmatinya. Jika kita ingin menikmati sesuatu, luangkan waktu dari 24 jam yang tersedia.

2. Pilih hal yang bisa memanjakan anda, meski itu sepele dan hal kecil

Ketika saya membahas ini di kelas, ada yang berpendapat saya hanya ingin menikmati musik dalam bathtube dengan air hangat, saya ingin membaca buku yang saya suka atau saya hanya ingin tidur siang dan lain-lain. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sesuai selera anda untuk memanjakan diri, meski itu terdengar sepele atau malah terdengar buruk.

Misalnya, saya ingin menikmati rasanya berdandan cantik seperti perempuan. Selama ini orangtua melarang saya berdandan menor karena disangka perempuan tak baik. Larangan atau batasan yang selama ini terjadi kerap membuat kita tak bisa menikmatinya dengan baik. Contoh lain, saya ingin menikmati makan siang lebih lama. Selama ini saya selalu makan siang hanya 5-10 menit dikarenakan tuntutan pekerjaan atau saya harus segera menyiapkan makanan untuk anak dan suami. Sesekali kita coba menikmati makan siang dengan benar-benar merasakan tiap suapan apa yang kita makan, kunyah dan rasakan.

3. Alami secara sadar dengan panca indera

Menikmati itu perlu dilakukan secara sadar dengan apa yang kita lihat, dengar, rasakan dan alami. Bagaimana mungkin kita bisa menikmati liburan tetapi kita malah sibuk mengerjakan pekerjaan kantor dan mengirimkannya lewat e-mail. Lihat, alami dan rasakan bahwa kita sedang liburan. Meski berlibur hanya di rumah saja, kita harus bisa menikmatinya. Rasakan waktu bebas tidak membalas e-mail kantor, mendengarkan suara kicauan burung di teras rumah, melihat suami/isteri atau anak yang sehat dan mengalami masakan buatan sendiri. Bukankah itu menikmati liburan?

Menikmati itu bukan kemarin atau yang akan datang. Menikmati itu sekarang dan tak perlu direncanakan. Latihan sederhana misalnya. Ambil satu buah apel. Alami apel yang kita pegang, rasakan permukaan apel dengan kedua tangan. Lihat bagaimana segar dan warna apel yang kita pegang sekarang. Cium bagaimana wangi apel itu menggoda. Sekarang gigit apel dan rasakan apel tersebut. Dengarkan bagaimana kita menggigit apel yang renyah itu. Itu contoh saja, anda bisa lakukan hal lainnya.

4. Lakukan dengan gaya anda menikmatinya

Diri sendiri adalah hal yang paling tahu apa yang baik dan tak baik untuk kita. Saat orang lain bisa menikmati minum kopi, maka kita tak bisa ikut minum kopi juga karena kita punya masalah tidur atau masalah gangguan perut misalnya. Jika orang lain begitu menikmati menonton film horor sementara kita begitu takut menontonnya, maka jangan paksakan itu.

Menikmati itu harus menyenangkan, bukan keterpaksaan. Menikmati itu seperti bagaimana anda melakukannya dengan baik. Sama-sama menikmati minum kopi, tetapi gaya teman anda minum kopi adalah tanpa gula sementara anda lebih suka menikmati kopi dengan susu. Itu sebab saya sampaikan di awal bahwa tiap orang punya gaya masing-masing menikmati hidup. Anda tak perlu jadi follower agar bisa menikmati hidup.

5. Rencanakan dan alami dalam kehidupan sehari-hari

Setiap orang punya waktu 24 jam yang sama. Persoalannya, kapan waktu kita bisa menikmati hidup? Kapan saja, lakukan itu setiap anda ingin menikmati hidup anda. Menikmati bagaimana kita bisa hidup sehat. Menikmati bagaimana kita punya pasangan hidup yang mencintai. Menikmati bahwa kita punya pekerjaan yang baik. Menikmati bahwa hidup itu sendiri adalah anugerah dari Tuhan.

Apa pun yang terjadi dalam hidup itu pasti berlalu. Kesenangan dan kesusahan pun pasti berlalu. Dalam krisis hidup sekarang, kita bisa tetap menikmatinya di rumah. Menikmati waktu bersama anggota keluarga karena selama ini begitu sibuk di luar rumah. Menikmati masakan sendiri karena selama ini lebih banyak memesan makanan di restoran. Menikmati suasana rumah karena selama ini aktivitas lebih banyak dilakukan di luar rumah. Dan seterusnya, saya percaya anda tahu bagaimana cara terbaik menikmati hidup ini, meski dalam krisis yang terjadi saat ini.

Kesimpulan

Anda dan saya punya waktu yang sama setiap hari yakni 24 jam. Tetapi cara anda dan cara saya menikmati hidup itu pasti berbeda. Jadi lakukan secara sadar bahwa kita masih bisa menikmati hidup ini apa adanya, tanpa syarat. Menikmati itu mudah, yang susah adalah pikiran. Buatlah sesedeharna mungkin bahwa hidup itu indah.