CERPEN 32: Cari Jalan Lain atau Pecahkan Batu Itu!

Ilustrasi.

Ini adalah reblog dari artikel yang sudah tayang pada 12 Maret 2016.

Seorang pemuda bermimpi agar dapat melamar gadis pujaannya yang berada di seberang desa. Ia mendapatkan firasat bahwa gadis pujaannya tersebut memenuhi impiannya tentang pasangan hidup yang selama ini sudah dinantikannya. Gadis pujaannya itu tak lama lagi akan dipersunting pemuda lain, pilihan orangtuanya. Itu sebab pemuda ini ingin segera mendapati gadis itu.

Ia membawa serta ibunya, dengan harapan agar ibunya dapat melihat pujaan hatinya dan bersegera memberi restu.

Ibu, aku berpikir perempuan ini adalah takdirku,” seru pemuda itu kepada ibunya dalam perjalanan menuju desa seberang.

Apa iya, dia adalah takdirmu? Bagaimana jika nasib berkata lain?” sahut si ibu. Pemuda itu pun terdiam. Si ibu berkata lagi, “Nasib orang siapa yang tahu, nak.” Mereka pun meneruskan perjalanan kembali.

Pemuda pun memikirkan kalimat si ibu. Benar juga tidak ada yang bisa menebak nasib orang.

Ah, doa mungkin akan menjawab impianku. Sepanjang perjalanan pun, ia tidak henti-hentinya berdoa dalam hati agar Tuhan mempertemukannya dengan gadis impiannya. Gadis itu adalah mimpiku, Tuhan. Seru pemuda itu dalam hati. Tuhan pasti menjawab doaku, rintihnya dalam hati.

Di tengah perjalanan, mereka menemukan batu besar menghalangi jalan mereka menuju desa seberang. Mengapa rintangan muncul saat aku ingin meraih mimpiku, tanya pemuda dalam hatinya.

“Nak, apa yang akan kau lakukan agar kau bisa sampai ke desa seberang?” tanya ibu.

Pemuda itu terdiam sesaat.

Menurut ibu, apa yang seharusnya aku lakukan?” tanya pemuda itu kembali.

Kau hanya punya dua cara, pecahkan batu besar ini atau cari jalan lain,” kata ibu menjelaskan.

Tetapi semua butuh waktu, bu” kata pemuda itu.

Nak, dalam meraih impian semua memerlukan waktu. Jika dia memang adalah takdirmu, seberapa lama kau berjuang mendapatkannya maka niscaya akan menjadi milikmu. Nasib baik atau buruk ada di tanganmu, bukan sang waktu,” kata ibu.

Pemuda itu pun berpikir lagi. Jika dia memecahkan batu besar yang menghalangi jalan, setidaknya dia memerlukan waktu berhari-hari lamanya untuk bisa membuka jalan yang menutupinya. Dia pun mengambil kapak dan optimis untuk memecahkan batu.

Saat akan mulai membongkar batu, pemuda itu mengurungkan niatnya. Bagaimana jika gadis pujaannya sudah terlanjur dilamar orang karena ia terlalu lama memecahkan batu besar yang menghalangi jalan?

“Mungkin aku harus mencari jalan lain, bu” seru pemuda kepada ibunya.

Jika kau pilih jalan lain, bisa jadi kau akan menemukan takdir yang lain. Kau akan bertemu gadis lain yang bisa jadi membuatmu jatuh cinta melebihi gadis sebelumnya,” kata ibu. 

Ibu berkata lagi, Ingatlah nak, setiap pilihan yang kau pilih ada konsekuensi. Kau ingin pecahkan batu besar itu tanpa tahu apakah impianmu masih tetap jadi milikmu. Atau, kau pilih jalan lain tanpa pernah tahu kemana jalan baru itu akan membawamu.”

“Aku sudah berdoa, bu” seru pemuda itu.

Ibu pun menyahut, “Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.” Tambahnya lagi, “Jika batu besar menghalangi mimpimu, apakah kau akan pecahkan batu besar itu untuk meraih mimpimu atau pilih jalan lain untuk melihat peluang mimpi yang lain?” 

Pemuda itu tertunduk merenung.

Ibu pun menegaskan sekali lagi, “Apa pun yang menghalangi jalanmu meraih impian, jangan biarkan kau diam lalu berteriak minta tolong! Jika jalan impian itu bebas rintangan, justru jalan itu tidak berguna.”

Apa yang anda lakukan jika anda adalah pemuda tersebut?

* Cerita ini adalah fiksi.

2 thoughts on “CERPEN 32: Cari Jalan Lain atau Pecahkan Batu Itu!

  1. Plein de sagesse, je ne suis pas ce jeune homme…. j’ignore ce que je ferai, mais la vie m’a appris plusieurs choses TRES importantes et il me semble que j’analyserai la situation en fonction de ce que je sais et de ce que je découvre, que faire de l’inédit, de l’inattendu ? Le voir comme une nouveauté et non une répétition, je me dis, merci pour votre texte, très bon week-end, louise salmone

    Liked by 1 person

    1. This text is about a short story how to find the solution in our life. Sometimes we need to break ‚the big rock‘ which is blocking our way to get away from the problem. Probably we should to be back and find another way in solving our problem. We never ever live without obstacles. This obstacle sometimes is to prove how to fight a dream to be true. Again, you are the Master your life and consider which one is the best way.
      As always Louise, thanks for reading in details my text. Have a nice weekend also (Anna)

      Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.