Gochujang, Pasta Cabai Hasil Fermentasi dari Korea yang Perkaya Kuliner di Rumah

Punya Ghocujang bisa berkreasi aneka masakan di rumah.

Berada di Jerman dan mengenal berbagai budaya dunia membuat saya suka sekali mencicipi aneka masakan yang tidak pernah saya coba sebelumnya. Salah satunya adalah masakan Korea yang selama ini hanya saya lihat dalam program hiburan saja. Saya sendiri merasa “ajaib” saat saya mencicipi masakan Korea di negeri asalnya saat saya bertualang delapan tahun lalu.

Baca: Menyusuri kuliner malam di Myeongdong

Pada akhirnya saya menjadi paham bahwa kita bisa mengkreasikan aneka masakan sesuai lidah dan selera. Seperti contoh, saya mengenal bulgogi yang saya pesan di Austria. Contoh lain, Gimbap yang saya dapatkan resepnya dari mahasiswa Korea yang belajar di Jerman. Terakhir adalah topokki yang ternyata lezat juga di lidah saya saat saya praktik membuatnya di rumah.

Begitulah pengalaman saya mencicipi aneka masakan Korea, yang dahulu saya benar-benar abai saat saya berada di Seoul. Satu hal menarik saat berada di Seoul, saya kerap mendapati Kimchi hampir di tiap sajian meski saya tidak memesannya.

Dibalik kelezatan masakan Korea, ternyata ada rahasia tersendiri bagi penggemarnya. Gochujang menjadi tak asing lagi di telinga pecinta masakan Korea. Sebagai contoh, saya mengenal gochujang saat saya hendak memasak Topokki. Rupanya gochujang tidak bisa digantikan dengan pasta atau saus lainnya. Ada rasa berbeda tanpa gochujang bila kita memasak masakan Korea. Akhirnya, saya pun membelinya di toko asia di sini.

Gochujang adalah red chili paste yang berwarna merah kental seperti yang saya sertakan. Ada rasa manis, sedikit pedas dan asam tetapi enak. Saya suka menambahkan gochujang pada beberapa masakan yang ingin terasa asam manis dan sedikit pedas. Contohnya adalah saya membuat mie rebus rasa daging ayam. Saya masukkan satu sendok gochujang untuk membuat rasa berbeda karena mie rebus bukan mie instan. Tentang resep penggunaan gochujang, saya buat terpisah.

Sebagai hasil ferementasi, rasa dan tekstur gochujang membuat masakan yang saya buat menjadi berbeda. Sesekali saya pakai gochujang untuk membuat nasi goreng pun juga lezat. Warna merah ghocujang membuat masakan berwarna merah, yang terkesan pedas. Padahal rasa pedas gochujang itu belum maksimal bagi pecinta makanan pedas. Pastinya menikmati makanan pedas pakai gochujang itu tidak membuat perut melilit.

Ngomong-ngomong soal rasa pedas di gochujang itu ada levelnya. Sepertinya gochujang yang saya beli di Jerman memiliki level terendah dari rasa pedas yang ada. Itu sebab anda perlu memperhatikan level red chili paste asal Korea ini.

Baca: Festival lampion di Seoul

Hal menarik dari gochujang adalah festival merayakannya yang diadakan di kota Sunchang, Korea Selatan. Itu sebab nama festivalnya adalah The Sunchang Gochujang. Konon di provinsi Sunchang, red chili paste asal Korea ini diperkenalkan. Sama seperti festival lampion saat saya datang ke Seoul, festival ini diadakan tiap tahun dan menyedot animo turis yang datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.