Amaryllis Blumenzwiebel, Merawat Amarilis yang Tumbuh dari Umbinya dan Ditanam secara Hidroponik

Kini keduanya sudah bermekaran, ditambah satu sudah muncul kuncupnya. Indahnya!
Ditanam di vas kaca dan tampak tak ada tanah. Hari kesekian sudah muncul bunganya.

Bunga berikutnya yang saya ceritakan pada anda adalah bunga amarilis yang diletakkan di dalam ruangan. Pasalnya saat ini di tempat tinggal saya sedang mengalami musim dingin dan tak mungkin saya meletakkannya di luar rumah. Jadi informasi berikut bisa membantu anda jika ingin memelihara dan merawat bunga di dalam rumah. Oh ya, bunga amaliris yang saya ceritakan ini tak perlu tanah sama sekali.

Kebetulan bunga amarilis berikut ditanam secara hidroponik. Kata hidroponik mengacu pada pengertian Hydro yakni air dan podos kemampuan. Budidaya hidroponik juga diartikan menanam tanpa tanah. Seperti yang anda lihat, bunga amarilis saya tidak ada tanah sama sekali. Itu juga yang diperlihatkan dalam pot kaca gelas sehingga kita bisa melihatnya tanpa tanah dan langsung pada umbinya

Ya, bunga amarilis ini tumbuh dari umbinya seperti bawang (=zwiebel, dalam bahasa jerman). Itu sebab dalam bahasa jerman dikenal sebutan Amaryllis Blumenzwiebel, berbunga dari umbinya. Oleh karena itu menanam amarilis ini perlu diperhatikan cara meletakan umbinya dengan benar. Karena tidak ada media tanah, maka perlu diperhatikan pot yang kuat dan stabil. Jadi saya meletakkannya dalam pot kaca gelas yang tebal agar amarilis memiliki akar yang kuat untuk berkembang.

Pertama beli masih belum mekar bunganya dan tampak umbinya besar.

Pot yang kuat akan membuat tanaman amarilis tumbuh baik dan punya pegangan. Ukuran pot perlu diperhatikan tidak terlalu besar atau hampir sama dengan umbinya. Periksa akar amarilis sebelum menanam dan buang ujung akar yang kering dengan gunting. Amarilis harus tumbuh dalam ruangan yang sejuk, sekitar 18 derajat celcius dan berada di dekat jendela.

Amarilis yang saya miliki tidak memerlukan banyak air. Saya hanya menyiramnya sedikit saja karena air yang tergenang pada umbinya akan menjadi masalah tersendiri. Secara alamiah, amarilis tumbuh di tanah berpasir dan berbatu sehingga amarilis tidak tumbuh di tanah basah seperti kebanyakan tanaman lainnya.

Amarilis masuk dalam botani famili Hippeastrumm yang memiliki 90 jenis varian di dunia. Amarilis yang populer berasal dari Afrika. Meski demikian, amarilis itu juga tersebar di Australia dan Amerika Selatan.

Untuk jenis amarilis yang saya perlihatkan pada anda berasal Amerika Selatan. Umumnya bunga amarilis ini sudah mekar berbunga di bulan seperti ini di tempat asalnya di sana. Itu sebab, saya beruntung dan dianggap berhasil melihatnya tumbuh dari umbi, tunas, kuncup dan sekarang mekar dengan indah.

Itulah kehidupan, segala sesuatu ada waktunya. Ada proses yang tidak mungkin kita paksakan, jika itu sudah terjadi natural. Dari bunga amarilis, saya belajar mengenal bahwa kehidupan itu adalah proses, bukan hasil. Akar yang kuat perlu agar menghasilkan tanaman yang indah, meski tak ada tanah dan sedikit air. Begitulah kehidupan, anda bisa memahami “akar” yang saya maksud dalam hidup ini.

Selamat menyambut tahun yang baru 2021!

2 thoughts on “Amaryllis Blumenzwiebel, Merawat Amarilis yang Tumbuh dari Umbinya dan Ditanam secara Hidroponik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.