5 Alasan Bersyukur Tetap Perlu, Meski Tahun 2020 itu Sulit

Tak ada pesta kembang api tahun ini dan foto di atas adalah dokumentasi beberapa tahun lalu.

Dalam hitungan jam, kita akan meninggalkan tahun 2020 dan menuju tahun yang baru. Siapa bisa menebak jalannya kehidupan. Ketika saya dan mungkin anda sudah berharap yang terbaik di tahun ini pada akhir tahun 2019, tetapi semua berubah di luar rencana dan kendali. Ingin marah atau kecewa pun wajar karena sebagian besar kenyataan tak berjalan sesuai harapan. Ada rasa frustrasi itu mungkin. Tetapi alam semesta mengajarkan bahwa ini semua akan berlalu.

Berbagai ahli menyarankan bahwa kita harus tetap bersyukur seberapa pun buruk peristiwa yang dilewati, seperti tahun 2020 yang akan segera berlalu.

Mengapa?

1. Bersyukur membuat kita lebih kuat

Saya paham betapa sulitnya kehidupan yang kita lalui di tahun 2020, tetapi haruskah kita tetap bersyukur? Ternyata dalam kondisi sulit yang berhasil dilalui seseorang, terbangun ketahanan mental (=resiliensi) yang membuatnya tampak kuat.

Kemampuan resiliensi ini ditunjukkan dari bagaimana seseorang bisa beradaptasi terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Sebagai contoh, seseorang dipecat dari pekerjannya maka ia bisa segera menemukan solusi seperti membuka usaha bisnis dari hobi yang ditekuninya untuk menghasilkan uang.

Dalam studi yang diterbitkan jurnal psikologi dikatakan mereka yang tetap bersyukur saat melalui masa sulit dapat menumbuhkan kemampuan resiliensi. Di sisi lain, mereka yang tetap bersyukur di saat sulit seperti perang misalnya menunjukkan gangguan stress pasca perang yang rendah.

2. Bersyukur membuat kita lebih sehat

Ketika di awal pandemi mulai, saya membiasakan diri untuk tetap berpikir tentang apa yang membuat saya tetap sehat. Saya menuliskannya di artikel yang ditautkan. Salah satu cara saya tetap sehat adalah bersyukur agar saya tidak stress, tidak frustrasi, tidak depresi, mengalami gangguan tidur dan gangguan kesehatan lainnya.

Saya membaca artikel yang ditulis Robert Emmons, seorang Psikolog asal negeri Paman Sam tentang bersyukur. Dia berpendapat bahwa jika kita punya rasa syukur maka kita memblokir emosi negatif dan racun seperti kebencian, iri hati dan sebagainya yang menghancurkan kebahagiaan. It makes sense jika kita bersyukur maka hidup juga lebih sehat. Bukti lain dari berbagai studi kesehatan menunjukkan rasa syukur menjadi salah satu pilar gaya hidup sehat.

3. Bersyukur membuat kita lebih optimis

Dalam suatu studi ditunjukkan ada perbedaan struktural tertentu pada bagian otak di korteks prefrontal medial antara orang yang merasa bersyukur dan yang tidak. Saat kita mengekspresikan rasa syukur ternyata otak bekerja memperhatikan pada hal-hal positif.

Contohnya adalah orang yang rutin membuat jurnal pribadi dengan menuliskan rasa syukur ternyata mereka adalah orang yang optimis. Pasalnya mereka menuliskan hal-hal baik untuk diingat di masa lalu, ketimbang hal buruk yang sudah terjadi.

4. Bersyukur membuat kita lebih bahagia

Berbagai studi juga sudah menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara orang yang bersyukur dengan tingkat kebahagiaan. Secara sederhana dikatakan jika anda ingin bahagia maka milikilah rasa syukur dalam hidup.

Saat kita mengekspresikan rasa syukur, otak menghasilkan dopamin dan serotonin yang membuat suasana hati lebih baik. Begitu sederhananya kita menjadi bahagia, yakni bersyukur atas apa yang kita miliki.

5. Bersyukur membuat kita lebih disukai banyak orang

Dalam lingkup pergaulan sosial, anda pasti mengenal dan bisa membedakan manakah orang yang sering bersyukur dan tidak? Orang yang tidak bersyukur seperti suka mengeluh, mengaku tidak bahagia, merasa gagal, suka menyalahkan orang lain/keadaan, dan berbagai hal negatif lainnya. Siapakah senang berteman dengan tipe orang seperti itu?

Di kala pandemi, orang dibatasi secara sosial tetapi komunikasi itu tidak terbatas. Kemajuan zaman mampu menghubungkan satu sama lain. Orang yang bersyukur mampu menciptakan kemampuan interpersonal yang baik dan koneksi satu sama lain. Apakah ada kaitan rasa syukur dengan relasi sosial? Ada. Bukan seberapa banyak teman yang anda miliki, melainkan bagaimana dukungan sosial mampu membuat hidup anda lebih baik.

Kesimpulan

Bisa jadi ada banyak alasan lagi, lebih dari lima mungkin untuk menyatakan rasa syukur untuk tahun ini. Saya jabarkan hanya lima alasan di atas mengapa kita tetap bersyukur. Ada yang mengatakan tahun ini mengerikan, tetapi sebagian lagi berpendapat tahun ini menguatkan. Anda sendiri bagaimana?

I wish you all “einen Guten Rutsch ins neue Jahr 2021”!

6 thoughts on “5 Alasan Bersyukur Tetap Perlu, Meski Tahun 2020 itu Sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.