Hari ini di Bavaria, wilayah tempat tinggal saya di Jerman sedang libur merayakan Hari Raya Tiga Raja dari Timur. Dalam bahasa jerman hari ini disebut “Heilige Drei Könige” dimana tidak semua Bundesland atau semua negara bagian Jerman yang memiliki hari libur pada hari ini. Kami yang tinggal di Bavaria adalah salah satunya yang mengalami libur dan masih memiliki tradisi untuk merayakannya. Sayangnya pembatasan sosial masih diberlakukan di sini sehingga tradisi itu ditiadakan juga di tahun ini.

Jika tidak ada pembatasan sosial karena pandemi maka ada tradisi anak-anak berkunjung ke rumah warga untuk benyanyi dan membagikan manisan. Biasanya jumlah mereka tiga sampai empat orang memakai kostüm seperti raja. Misi kunjungan mereka adalah mencari donasi untuk kesejahteraan anak-anak sedunia. Mereka biasanya bernyanyi dan membagikan kue atau manisan kepada pemilik rumah. Kemudian warga memberikan donasi.

Donasi untuk anak-anak dikelola oleh badan amal milik gereja setempat. Saya pernah menyaksikan tayangan televisi program kesejahteraan anak-anak di negara berkembang yang didanai dari donasi tersebut. Kadang juga ada laporan di koran lokal tentang donasi tersebut dan penggunaannya. Sejak dini anak-anak di sini diperkenalkan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Tradisi yang lebih meriah pada Hari Raya Tiga Raja ada di Spanyol dan beberapa negara tetangga lainnya.

Kembali ke cerita tentang “Tiga Raja dari Timur” ini diakui datang sebagai tamu pertama yang menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan mengikuti tanda bintang di langit. Relikui Tiga Raja dari Timur disimpan di Dom Köln sebagaimana cerita saya saat berkunjung ke sana. Sejarah melatarbelakangi mengapa Dom Köln terpilih untuk menyimpan relikui mereka.

Baca: Mengapa perlu berkunjung ke Dom Köln?

Nama Tiga Raja dari Timur tersebut adalah Caspar (C), Melchior (M) dan Bathasar (B). Huruf C, M, B adalah singkatan nama tiga raja tersebut. Namun ada pula yang beranggapan C, M, B merupakan singkatan bahasa latin, Christus Mansionem Benedicat yang berarti ‘Semoga Kristus memberkati rumah ini’ dan lambang (+) sebagai salib.

Pada hari ini kapur yang sudah diberkati di gereja diberikan kepada umat untuk menandai pintu rumah masing-masing. Jika anda mendapati tanda berikut, ini bukan jimat atau bala pengusir setan.

Penulisannya menjadi berikut

20 * C + M + B + 21

Saya sendiri masih menjumpai banyak rumah di Bavaria yang masih memasang tanda ini di pintu. Untuk pengertiannya penulisan, anda bisa cek di artikel sebelumnya di sini.

Hari Raya Tiga Raja ini kadang disebut Three Kings Day dan yang lain menyebutnya Epiphany. Hari Raya ini menjadi festival tahunan baik gereja Timur maupun gereja barat. Itu artinya banyak negara di dunia yang merayakannya secara meriah, tidak hanya di Jerman.

Sekarang anda paham ‘kan mengapa hari ini menjadi hari libur? Yups, hari libur ini masih berkaitan dengan liturgi gereja katolik dan tradisi yang dahulu meriah dirayakan masyarakat sebagai bagian sosial budaya.

Good to know ya!