Nomor 5 adalah favorit saya.

Salju di tempat tinggal saya bukan lagi yang pertama atau kedua sehingga sebagian wilayah kami sudah tertutup salju. Hari ini saja diramalkan suhu di tempat tinggal saya mencapai minus 6 derajat celcius. Jam 7 pagi pun masih terasa seperti malam hari, begitu gelap dengan suhu minus sekian derajat celcius. Namun, life must go on sehingga pagi hari pun saya sudah bersiap dengan minuman hangat agar tubuh tetap hangat.

Meski saya sudah sarapan pagi, saya masih menyertakan minuman hangat selama beraktivitas. Minuman hangat tidak hanya sekedar menghangatkan tubuh saja, ada yang berfungsi untuk menjaga imunitas tubuh agar tidak rentan terhadap penyakit. Minuman hangat juga membuat saya bersemangat beraktivitas meski suhu udara begitu dingin di luar sana.

Lantas, minuman hangat apa saja yang menjadi favorit saya? Berikut saya jelaskan secara detil, bagaimana saya mendapatkan atau menyiapkannya selama musim dingin.

1. Cokelat Panas

American Hot Chocolate.

Hot chocolate ini berasal dari kakao yang juga mudah diperoleh di supermarket di sini. Kenalan saya asal Eropa yang terbiasa minum cokelat panas biasanya punya resep kreatif selain mencampurkan bubuk kakao dan air panas saja. Saya sendiri belum pernah mencoba resep mereka, lain kali saya coba dan bagikan pada anda.

Dalam perjalanan selera pasar, rupanya minuman cokelat panas itu banyak juga yang tidak mengandung kakao. Contohnya saya suka membeli yang sudah tersedia dalam kemasan praktis sehingga saya hanya memanaskan saja di rumah. Padahal bubuk kakao dengan berbagai kreasinya bisa membuat rasa original yang mengesankan. Itu pendapat mereka yang biasa meracik langsung cokelat panas dari bubuk kakao.

Ide kreasi cokelat panas adalah American Hot Chocolate with Marshmallow. Anda bisa mengecek pesanan saya di suatu kafe di sini. Selebihnya soal minuman cokelat panas, saya sering memesannya di pasar natal. Minuman cokelat panas terenak yang saya coba adalah saat saya berasa di Belgia.

Baca: Minuman Hot Chocolate di Pasar Natal di Belgia

2. Teh panas

Ilustrasi teh yang saya pesan.

Minuman hangat kedua yang saya pesan dan buat di rumah adalah teh. Bagaimana pun teh itu memiliki banyak manfaat nutrisi yang baik untuk tubuh. Jika musim dingin tiba seperti sekarang, saya kerap menikmati teh hangat kala saya sedang memiliki waktu senggang.

Teh yang terasa “ajaib” menurut saya adalah saat saya mencoba teh di Tiongkok. Mungkin antara saya dan penjual sama-sama tidak saling paham sehingga teh saya terasa tidak seperti yang saya harapkan. Padahal saat itu bulan Februari di Tiongkok sedang mengalami musim dingin. Sedangkan di Mesir, saya mengenal macam-macam teh yang belum pernah saya coba sebelumnya mulai dari hibiscus tea hingga teh dari tanaman kelapa sawit. Artikelnya bisa dicek di sini.

Memesan teh hangat di Eropa Timur kerap diberi lemon sebagai pelengkap, meski saya tidak memesan teh lemon. Namun teh panas rasa jahe pula yang menyelamatkan saya dari rasa kedinginan musim gugur saat saya sedang berada di Roma, Italia. Suami saya tetap menikmati es krim gelato sedangkan saya memilih minum teh jahe. Beda selera rupanya! Namun menikmati teh panas itu memberikan relaksasi dan manfaat seperti yang sering saya jelaskan di sini.

Baca: Manfaat teh rasa jahe

3. Glühwein (=Mulled wine)

Glühwein rasa cherri, hmm rasa berbeda.

Minuman panas ketiga adalah glühwein yang menjadi minuman tradisional di benua biru yang selalu terjual di pasar natal. Glühwein itu memang identik dengan minuman musim dingin di Jerman. Meski terdengar minuman alkohol, namun sejatinya tersedia juga glühwein non alkhol bagi mereka yang menghendakinya. Glühwein ini tentu saja tersedia dalam kondisi hangat.

Menikmati secangkir glühwein di pasar natal sambil mendengarkan lagi natal adalah suasana yang biasanya terbangun di bulan Desember. Bahkan kios glühwein punya aneka rasa dan racikan yang berbeda sesuai selera penggemarnya. Jika anda membelinya biasanya ada harga tambahan dengan deposit gelasnya sekitar 1-2€. Jika anda mengembalikan gelasnya, anda mendapatkan uang deposit anda kembali.

Pengalaman saya menikmati glühwein yang menarik adalah saat saya berada di Budapest dan sedang mengikuti tur malam hari. Tur yang saya maksud adalah tur berkeliling sungai danube di musim dingin. Sambil menikmati pemandangan dari kapal, saya memesan secangkir glühwein.

Baca: Nikmati Tur Malam di Sungai Danube

4. Brätapfel-likör

Brätapfel-likör di Christkindlmarkt.

Minuman selanjutnya yakni Brätapfel-likor yang saya dapatkan di Christkindlmarkt (=pasar natal) di Jerman. Minuman ini adalah sari apel dan termasuk jenis non alkohol yang biasanya tersedia untuk anak-anak. Sedangkan pilihan brätapfel-likör yang beralkohol biasanya memiliki kadar alkohol yang sangat rendah untuk orang dewasa.

Sari apel terbaik biasanya produksi rumahan atau home industry yang memang kebanyakan warga di sini memiliki pohon apel di perkarangan mereka. Brätapfel-likör disediakan sebagai minuman hangat yang melindungi tubuh saat musim dingin.

5. Wedang jahe

Wedang jahe ala saya.

Minuman terakhir bisa jadi anda sudah mengenalnya karena minuman ini memang saya kenal sejak di Indonesia. Ini adalah minuman tradisional hangat yang sama ampuhnya untuk mengusir rasa dingin. Saya sendiri lebih sering meraciknya di rumah.

Saya masukkan dalam air panas yakni gula merah, jahe yang ditumbuk, sereh dan perasan jeruk nipis. Saya masak sekali untuk beberapa kali dan hanya menghangatkan saja bila diperlukan.

Nah, minuman hangat apa yang anda nikmati kala suhu udara dingin di tempat tinggal anda?