Ini gedung di tengah, tetapi lupa namanya karena tertutup saat saya datang.
Sisi kanan gedung.
Air mancur.

Jika kita mengunjungi suatu tempat, pasti ada bangunan iconik yang menjadi tujuan wisata turis. Bangunan iconik tersebut menjadi destinasi dikarenakan berbagai hal. Bisa jadi bangunan tersebut bersejarah, memiliki arsitektur yang menarik atau punya lokasi yang menawarkan panorama yang indah. Ketiga hal tersebut pada akhirnya saya dapatkan di Waly Chrobrego di Stettin, Polandia.

Kami merapat ke Stettin, Polandia setelah kapal ferry menghantar kami dari Swedia menuju Jerman. Begitu penasaran tiba di Stettin, saya mengecek kota ini melalui telpon pintar. Ternyata Waly Chrobrego menempati urutan pertama yang menjadi destinasi wisata. Selain alasan di atas, tempat ini gratis untuk menikmati panorama yang indah, area pejalan kaki dan area publik yang menarik untuk berfoto.

Bangunan ini semacam kompleks yang terhubung dengan National Museum, katedral dan Old Market. Lokasi ini disebut Waly Chrobrego sesuai nama Raja Polandia I yakni Bolesław Chrobry. Menurut kenalan saya asal Polandia, negaranya tersebut sudah tidak lagi menganut sistim monarki. Kini Polandia secara resmi adalah negera republik.

Di Waly Chrobrego terdapat juga air mancur, tangga yang dibangun simetris, benteng kota tua dan pavilion untuk mengamati panorama di seberang yang indah. Bila musim panas tiba menjadi tempat yang disukai untuk mengamati pemandangan sambil menikmati es krim sebagai street foods. Sayangnya kami datang tidak di musim panas tetapi restoran dan kafe bisa dipilih sesuai selera dan budget anda.

Tempat ini juga kadang dikenal Hakenterasse sesuai nama walikota yang bernama Hermann Haken pada waktu itu. Bangunan ini sendiri dibuat pada awal tahun 1900 yang dulu dikenal hanya sebagai benteng kota. Siapa pun berdecak kagum dengan arsitektur dan bangunan yang menjadi landmark di Stettin. Pembangunannya pun konon hingga memakan waktu 19 tahun.

Pemandangan dari teras atas.
Dahulu ini adalah benteng kota.

Sebagai turis, tempat ini layak dikunjungi karena lokasinya yang menarik dan bisa disesuaikan dengan selera. Anda bahkan bisa menemukan panorama yang indah di sini secara gratis. Sedangkan pecinta dunia fotografi bisa memanfaatkannya untuk memotret berbagai sisi menarik dari bangunan bersejarah ini.

Kami tidak bisa lama-lama di tempat ini karena kami tidak punya uang koin Zloty Polandia (=mata uang Polandia) untuk membayar bea parkir di mesin otomatis. Begitu khawatirnya saya mendapatkan denda parkir mobil dari petugas maka kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Selamat berhari Minggu!