Kastil Neuschwanstein, Kastil Impian yang Tak Pernah Selesai

Di tempat ini biasa dijadikan obyek foto turis. Foto diambil musim winter tahun 2013.
Sisi lain di luar kastil karena kita dilarang memotret dalam istana.

Ini adalah reblog dan revisi dari artikel sebelumnya yang tayang pada tanggal 24 Februari 2014.

________________

Anda tertarik menonton film kartun keluaran Disney? Coba amati di akhir film selalu ada seperti gambar kastil sebagai penutup. Nah, konon kastil tersebut diinspirasi oleh Walt Disney dari Kastil Neuschwanstein.

Winter awal tahun 2013 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kastil Neuschwanstein yang terletak di Bayern barat daya. Kebetulan, saya memang sedang mengunjungi München dan ingin sekali melihat seperti apa kastil tersebut.

Tidak usah repot untuk pergi ke sana karena rutenya yang berkelok-kelok jika anda bukan seorang penduduk Jerman. Saya ikut paket tur yang ditawarkan tak jauh dari Hauptbanhof main central station kereta kota Munich.

Saya berangkat bersama 2 teman pria Indonesia yang memang sedang mengunjungi saya di München. Kebetulan, mereka adalah teman baik yang memberi saya potongan harga untuk bayar paket tur yang lumayan mahal itu. Kira-kira saya membeli harga paket tur senilai kurang lebih 750 ribu rupiah pada saat itu.

Maket istana.

Tampak seperti kastil di film-film kartun.

Di dalam tur ada seorang tour guide yang ramah dan menggunakan bahasa Inggris yang cukup jelas. Dia akan bercerita tentang apa saja selama perjalanan.

Kastil ini dibangun oleh Ludwig II, raja Bavaria dari 1864 hingga kematiannya pada tahun 1886. Ada banyak mitos yang terjadi seputar pembangunannya hingga kematian Raja Ludwig II tersebut.

Istana ini memang dibangun untuk menampilkan keindahan dan kemegahan dibandingkan seluruh istana di dunia. Ada kisah berujar bahwa istana ini adalah salah satu tragedi, keputusasaan, dan keanehan langsung.

Neuchswanstein berasal dari kata Neu yakni ”Baru”; Swan yakni ”Angsa” dan Stein ”Batu”, lebih pendeknya Batu Angsa Baru, kurang lebih begitu karena kastil ini dibangun dengan membentuk benteng dan ide paling ambisius dari niat Raja Ludwig II.

Dia bermimpi dapat membuat puri paling termashyur di dunia setelah dia memutuskan mengundurkan diri menjadi raja. Dia ingin menghibur diri dengan membangun kastil megah ini.

Kisah Raja Ludwig II pun menjadi fenomenal karena kepribadian dan impiannya. Sayangnya, di usia 41 tahun Raja Ludwig II meninggal dengan penuh misterius. Jasadnya ditemukan di sebuah danau. Sampai sekarang tidak ada yang tahu penyebab kematiannya. Sementara kastil tersebut belum sepenuhnya selesai dibangun.

Saat berkunjung ke tempat wisata ini, semua dalam keadaan tertib. Lagi-lagi begitulah Jerman. Kita akan mendapatkan nomor antrian sesuai tiket yang dipegang dan akan masuk sesuai kelompok nomor. Kita juga tidak boleh mengambil foto selama dalam kastil. Sayang sekali ya.

Saya pun sempat bertanya kepada Pemandu Tur, apa kaitan pembangunan kastil dengan misteri inspirasi kastil Walt Disney? Tidak ada jawaban yang pasti, yang jelas Walt Disney mengambil inspirasi kisah Cinderella yang terkenal di seluruh dunia dengan menjadikan kastil ini sebagai legenda dongeng.

Saya pun berpikir, seperti apa yang diimpikan oleh Walt Disney bahwa ia pun sudah memiliki impian yang besar sekali dan dikenal di dunia meski pada akhirnya ia pun tidak bisa menikmatinya. Sama seperti Ludwig II yang bermimpi ingin membangun kastil yang paling menganggumkan tetapi sayangnya tidak tercapai.

Jika anda berkunjung di musim winter tentu pemandangan di luar kastil tertutup salju dan tidak jelas seperti kastil yang dilambangkan untuk menandai negara Jerman. Coba datang di musim summer, barangkali anda akan melihat danau angsa yang dikenal penuh misterius dan konon menjadi legenda bagi pembuatan kastil ini.

Setiap orang yang datang hanya bisa tiba di bawah puncak kastil dan kita harus berjalan mendaki untuk mencapai puncak kastil. Ada juga sewa semacam “delman” yang ditarik dengan kuda. Tetapi luar biasa, anda tidak akan menyesal melihat kemegahan kastil dan pemandangan wilayah Bavaria.

Usai dari mengunjungi kastil, saya kirim sms dengan orang tercinta betapa saya senang tiba di tempat yang saya impikan. Tidak mudah memang mewujudkan impian. Tetapi lihat bahwa suatu saat orang akan berdecak kagum dengan impian kita.

*Cerita ini adalah kunjungan wisata delapan tahun lalu.

2 thoughts on “Kastil Neuschwanstein, Kastil Impian yang Tak Pernah Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.