Makanan Khas Timur Tengah (13): Yaprak Sarmasi atau Sarma, Nasi Dibungkus Daun

Sebagaimana pendapat saya bahwa migrasi kuliner telah terjadi beratus-tahun tahun lalu, sehingga saya bisa menemukan makanan yang mirip dan hanya berbeda penyebutannya saja. Maksudnya, makanan itu bisa terlihat dan terasa sama, tetapi namanya berbeda di negara satu dengan yang lainnya.

Contohnya saya menjumpai panada, jajanan saat saya masih kecil yang dibuat oleh orang yang berasal dari Sulawesi Utara, Indonesia. Rupanya ada empanada yang mirip dengan panada dan berasal dari negeri Amerika Latin dan Filipina. Cerita saya bisa anda lihat di link yang ditautkan.

Nah, kemiripan bentuk makanan tidak hanya soal di atas. Kali ini saya bagikan sarma atau ada juga yang menyebutnya yaprak sarmasi yang berasal dari Turki dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Padahal saya sudah mengulas sarma sebelumnya, yang semula saya sebut sebagai makanan khas Yunani. Di Yunani, sarma ini disebut Dolmadakia Jalantzi. Bahkan saya menyebut di cerita tersebut sebagai bacang karena berisi nasi yang dibungkus daun.

Anda bisa jadi setuju bila sarma ini juga seperti lontong karena keduanya sama-sama dibungkus daun. Migrasi kuliner yang terjadi jaman dulu kala telah membawa sarma juga dari Turki ke berbagai negara area Mediterania lainnya. Namanya bisa jadi berbeda tetapi sarma atau dolmadakia jalantzi itu sama rasanya.

Makanan ini tidak saya buat sendiri. Saya mendapatkan makanan yang sudah siap disantap ini di supermarket di Jerman. Makanan ini masuk dalam rak khusus kuliner Timur Tengah. Saya tertarik untuk mencobanya kemudian bertanya pada salah seorang kenalan di sini, apa nama makanan tersebut. Aha, hidangan nasi, kadang disertai daging cincang ini bisa disebut sarma.

Untuk daun pembungkusnya, saya biasa mengenal daun pisang saja dari berbagai masakan nusantara. Sarma atau yaprak sarmasi itu umumnya menggunakan daun anggur, namun ada juga yang menggunakan daun kol atau daun lobak.

Suami saya mengenal sarma dengan sebutan dolmadakia jalantzi yang disajikan sebagai hidangan pembuka di restoran Yunani. Sekarang sebagian besar hidangan pembuka di restoran khas Yunani berupa salad sayuran saja.

Rasa makanan ini terasa seperti nasi asam yang berbumbu dan enak. Rasa asam bisa disebabkan dari daun pembungkusnya yang memang original itu adalah daun anggur. Sarma ini disajikan dalam kondisi dingin atau sedikit hangat pun sama baiknya. Kebanyakan orang-orang yang mengenal sarma membuatnya sendiri di rumah.

Di berbagai negara lain seperti Rumania, Bulgaria dan sebagainya bisa jadi berbeda lagi penyebutan makanan ini. Sarma atau yaprak sarmasi juga biasa disajikan di berbagai perayaan festival budaya di negara-negara Balkan dan Mediterania.

Apakah anda sudah pernah mencoba sarma atau dolmadakia jalantzi?

3 thoughts on “Makanan Khas Timur Tengah (13): Yaprak Sarmasi atau Sarma, Nasi Dibungkus Daun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.