Jerman saat ini masih mengalami pembatasan sosial untuk memperketat laju penyebaran pandemi. Perjalanan singkat kami ke Berlin tahun lalu pun berakhir di istana terbesar di ibukota Jerman tersebut. Kami pun tidak melakukan wisata dikarenakan kondisi pandemi masih berlangsung hingga saat ini.

Kedatangan kami beberapa tahun lalu pertama kali ke Berlin pun tidak mendokumentasikan lokasi wisata ini. Saya pikir mengapa tidak saya mendokumentasikan bagian depan saja, tanpa berwisata dan berkeliling padahal lokasi istana ini sangat luas.

Nama istana yakni Charlotte diambil dari nama Permaisuri Sophia Charlotte yang menikah dengan Friederich III, yang kemudian menjadi penguasa wilayah Prusia pada masa itu.

Boleh dibilang Permaisuri Charlotte adalah permaisuri pertama untuk kerajaan Prusia pada waktu itu. Pada usia 36 tahun, Permaisuri Charlotte meninggal dunia. Untuk menghormatinya, King Friederich I yang menjadi penguasa Prusia saat itu memilih nama Charlotte untuk kediaman musim panas permaisuri itu sendiri.

Meski begitu, istana ini sendiri juga pernah berganti nama menjadi Lietzenburg Palace. Istana Charlotte pun pernah juga menjadi kediaman Ratu Louise, permaisuri lainnya yang menjadi penguasa wilayah Prusia. Kemudian istana ini pun pernah terbengkalai, ditinggalkan bahkan pernah menjadi korban kerusakan perang dunia.

Istana ini dibangun dengan gaya arsitektur baroque yang memang sedang populer di Eropa saat itu. Selama hampir satu abad atau tepatnya 96 tahun pembangunan kastil musim panas keluarga kerajaan ini dibangun.

Tentu pembangunannya pun dilakukan secara bertahap. Itu sebab istana ini memiliki lahan yang sangat luas, dengan tamannya yang indah.

Sayangnya saya memilih mengabadikannya dari depan istana, sehingga saya tidak memotret taman istana. Taman istana sangat indah dan menjadi destinasi wajib bagi turis yang berkunjung ke Berlin.

Ada yang berpendapat taman istana ini seperti model tiruan taman istana Versailles di Prancis. Sedangkan yang lain berpendapat, taman indah istana ini seperti taman kerajaan di Inggris.

Lain kali saya akan menjejakkan kembali ke istana cantik ini. Konon pengunjung bisa melihat ke bagian “New Wing” yang berisi perlengkapan makan mewah khas kerajaan yang terbuat dari porselen.

Bagian lainnya dari istana yang menarik adalah “The Mausoleum” yang menjadi tempat dedikasi untuk Ratu Louise yang pernah mendapat hati rakyat Berlin.

Saya ingin suatu saat nanti usai pandemi tentunya berkunjung ke istana ini lagi untuk melihat aneka porselen cantik yang menjadi peninggalan dan disimpan di istana ini.

Selain itu, saya tertarik juga datang ke istana ini yang kerap dijadikan perhelatan Christkindlmarkt atau pasar jelang natal yang diselenggarakan pada masa Advent di Jerman.

So bagi anda yang ingin berkunjung ke Berlin, Charlottenburg Schloss bisa menjadi rekomendasi anda. Seperti cerita saya di atas, ada gaya arsitekturnya yang menawan atau tamannya yang indah. Pilihan lain, ada banyak agenda publik yang biasanya digelar di sekitar istana.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga! Happy Valentine!