Anthurium di dalam ruangan.

Bunga anthurium yang saya bagikan pada anda hari ini sebenarnya berasal dari artikel bunga flamingo tipe sierra white yang tayang beberapa waktu lalu. Bunga tersebut adalah pemberian hadiah tahun baru. Begitu cantiknya bunga flamingo ini sampai sekarang di rumah, saya pun bermaksud mencari warna yang lainnya.

Seperti menjawab keinginan saya, saya mendapati bunga yang berjenis sama seperti flamingo ini tetapi berwarna merah. Bunga cantik ini melengkapi ruangan rumah saya sebagai tanaman hias. Bagaimana pun saat ini, kami banyak membuat suasana rumah senyaman mungkin termasuk membeli tanaman hias di dalam ruangan.

Setiap tanaman yang dibeli di Jerman itu memiliki perlakuan dan perawatan yang berbeda sesuai jenis bunganya. Informasi nama dan perawatan tanaman biasanya selalu tersedia di dalam kemasan atau pot yang menyertainya.

Jadi, apa yang membuat saya mengetahui segalanya tentang jenis dan perawatan tanaman hias adalah informasi yang tertera di tanaman tersebut. Jangan harap bisa merawat tanaman hias jika malas membaca juga!

Seperti anthurium yang baru-baru ini saya beli pun ternyata memang perlu perhatian khusus. Contoh, pertama kali membeli saya letakkan di ruangan di antara toilet tamu. Ruangan tersebut memang sedikit mendapat cahaya dan tampak redup. Alhasil pertumbuhan bunga pun melambat.

Dari petunjuk informasi dikatakan bahwa bunga tidak diletakkan di tempat yang langsung mendapatkan cahaya matahari. Namun itu bukan berarti bunga diletakkan di ruangan redup seperti yang pertama kali saya lakukan. Kini bunga anthurium berwarna merah ini menjadi lebih cepat tumbuh dan berkembang.

Kedua adalah banyaknya air saat menyiram tanahnya. Semula saya abai dengan jadwal penyiraman karena saya begitu sibuk dengan pekerjaan saya. Akhirnya saya membuat jadwal rutin sehingga saya tahu kapan harus menyiramnya.

Perhatikan juga saat menyiramnya. Jika terlalu banyak air, maka tanah akan membusuk atau berjamur. Saya biasanya mengecek apakah perlu disiram atau tidak dengan memegang tanahnya. Jika sudah kering, saya menyiramnya sedikit saja. Bagaimana pun anthurium tak baik jika berada dalam kondisi tanah yang lembab dan berair.

Sementara ini saya tidak ingin meletakkan anthurium di taman belakang atau balkon karena suhu udara yang terjadi di tempat tinggal saya akhir-akhir ini minus sekian derajat celcius. Namun jika anda bermaksud meletakkan anthurium di luar rumah, maka perhatikan drainase air. Terlalu banyak air pun membuat tanaman ini lebih cepat mati.

Saya hanya berpikir apa pun aktivitas yang sedang digeluti saat pandemi saat ini, sepatutnya pakailah “hati” agar hasilnya memuaskan. Jika orang lain berhasil melakukan sesuatu bukan berarti itu tidak melalui suatu proses.

Seperti merawat tanaman hias yang kini menjadi aktivitas saya kala pandemi. Melihatnya tumbuh indah dan bertahan lama pun sudah membuat saya bersyukur bahwa pembelajaran saya berhasil.

Anda sendiri bagaimana?