Efek Nocebo: Jika Berpikir Negatif, Hasilnya pun Negatif

Ilustrasi.

Anda tentu pernah mendengar istilah placebo, yang kemudian berbanding terbalik dari placebo adalah nocebo. Jika placebo itu merupakan stimulasi positif untuk mendapatkan hasil positif maka nocebo itu kebalikannya. Stimulasi yang saya maksud seperti pikiran, perasaan dan sebagainya. Tentu stimulasi pun ada juga yang negatif maka hasilnya negatif pula.

Placebo dipandang sebagai bentuk perlakuan atau terapi medis seperti pada mereka yang mengalami depresi misalnya. Istilah efek placebo dan nocebo memang banyak dipakai dalam medis dan psikologi, tetapi dalam kehidupan sehari-hari ternyata kerap bisa terjadi. Siapa sangka situasi pandemi seperti sekarang ini pun menjadi sorotan agar tidak terjadi efek nocebo di masyarakat.

Namun saya tidak akan berbicara banyak tentang efek nocebo terhadap situasi pandemi, karena saya belum mumpuni. Saya akan memperkenalkan pada anda tentang efek nocebo agar kita tahu mengapa kita harus selalu berpikir positif.

Bagaimana saya mengenal istilah ini?

Suatu kali saya menyaksikan program televisi berbahasa jerman tentang sejarah. Episode yang saya saksikan adalah penyelidikan kasus para ilmuwan yang tecatat sebagai tim penemuan mumi seorang Firaun di Mesir.

Dikatakan bahwa ada sejumlah ilmuwan meninggal berturut-turut dikarenakan efek magis yang tidak bisa dijelaskan. Apakah kejadian ini semacam voodoo atau ilmu magis yang menjadi penyebab kejadian mengenaskan tersebut?

Dalam program tersebut, terdapat sejumlah ahli yang berbicara tentang fenomena tersebut. Salah satunya berbicara tentang efek nocebo yang menjadi penyebab peristiwa menggenaskan tersebut.

Untuk menggambarkan efek nocebo tersebut, ada eksperimen untuk membuktikannya dan tentu diakhiri dengan inform consent kepada pada pelakunya.

Eksperimen efek nocebo dilakukan kepada tiga orang atlit pemanah yang sudah sering ikut kompetisi internasional dan juga pernah memenangkannya.

Sebelum eksperimen, penonton diperlihatkan bagaimana para atlit ini memang sudah mahir dalam menembakkan panah. Artinya, tembakan panah mereka selalu tepat sasaran.

Eksperimen pun dilakukan. Para atlit diberitahukan bahwa ada seorang dukun yang memberikan ilmu magis ke tiap panah mereka agar mereka gagal dan tidak bisa menembak ke bagian tepat sasaran, bagian yang diperhitungkan kemahiran seorang pemanah.

Kemudian muncul seseorang berpenampilan eksentrik dan membuat ritual terhadap panah-panah para atlit. Di akhir program diberitahukan bahwa dukun tersebut adalah orang awam biasa atau tak punya kekuatan magis.

Aktivitas memanah pun terjadi. Hasilnya 2 atlit berhasil memanah dengan baik dan tepat sasaran. Ternyata 2 dari 3 pemanah tidak terpengaruh sama sekali dengan stimulasi negatif yang diberikan dukun. Mereka mengaku bahwa mereka tetap berkonsetrasi pada sasaran tembak dan tidak terpengaruh pada pesan dukun.

Hanya 1 orang yang ternyata terpengaruh dan melesatkan panah ke area yang tidak tepat sasaran. Dia yang gagal memanah ke tepat sasaran pun diwawancarai juga. Dia berpendapat bahwa dia merasa takut saat menembakkan panah tersebut. Dia menjadi yakin bahwa panah tersebut akan membuat dia gagal memanah ke area tepat sasaran.

Bagaimana efek nocebo dalam kehidupan sehari-hari?

Dukun di atas sebenarnya hanya berpura-pura seperti layaknya orang yang bisa melakukan ilmu magis. Begitulah efek nocebo. Informasi negatif yang disampaikan oleh orang yang penampilannya meyakinkan dan berwibawa ternyata bisa membuat seseorang percaya sehingga hasil yang terjadi negatif. Itu yang terjadi pada atlit yang gagal.

Efek nocebo terjadi karena adanya produksi neurotransmitter yang memicu peningkatan kepekaan terhadap nyeri dan berbagai gejala lainnya. Orang yang mendapatkan informasi negatif tersebut menjadi takut dan cemas terhadap proses ini.

Saat orang diberi stimulasi negatif ternyata detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, kolaps, dan sebagainya. Ada yang menyebut fenomena ini ‘kematian psikogenik’ atau ‘kematian voodoo’.

Apa kaitan efek nocebo dengan pikiran negatif?


Pikiran adalah refleksi atas pengalaman dalam hidup manusia. Jadi otak akan menyimpan memori hidup manusia, baik yang negatif maupun positif. Itu sebabnya kita diminta selalu berpikir positif sehingga membawa hidup kita lebih positif.

Efek nocebo akan menghasilkan respon nocebo yang juga negatif dan berbahaya. Efek nocebo bisa dipicu dari pikiran yang negatif atau stimulasi eksternal negatif lainnya. Selain pikiran positif, kita bisa mengurangi efek nocebo dengan mereduksi stimulan negatif. Stimulan negatif berasal dari lingkungan atau faktor eksternal lainnya.

Jadi, mari tetap berpikir positif! Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

4 thoughts on “Efek Nocebo: Jika Berpikir Negatif, Hasilnya pun Negatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.