3 Alasan Kita (Perlu) Berhubungan dengan Alam

Ilustrasi.

Sabtu yang cerah beberapa hari lalu di Jerman membuat banyak orang keluar dari rumah, meski sebenarnya masih terjadi pembatasan sosial dan kekhawatiran akan mutasi virus baru yang masih menghantui kami.

Saya dan suami memilih area alam di sekitar tempat tinggal yang tak banyak dikunjungi orang. Sebenarnya tidak hanya cuaca yang cerah untuk menikmati alam, sesungguhnya kami jenuh juga mengingat work from home dan pembatasan berpergian.

Tak hanya kami yang menikmati alam sekitar tempat tinggal, banyak orang juga melakukan hal yang sama. Saya menyaksikan tayangan berita di televisi di sini yang mewawancarai sebagian orang yang keluar beraktivitas saat cuaca cerah di Jerman.

Mereka bosan, jenuh, stress kemudian memilih berjalan kaki menikmati suasana alam untuk mengurangi suasana hati yang jelek. Saya pun demikian, tetapi kami pilih berpergian ke tempat sepi yang tak yang tak banyak dikunjungi.

Dari pengalaman tersebut, saya membayangkan betapa saya bersyukur berada di alam yang indah ini. Gratis! Saya bisa menghirup udara segar. Saya bisa merasakan hangatnya matahari karena selama ini saya banyak berdiam di dalam ruangan dengan pemanas ruangan. Saya bisa melihat panorama alam yang hijau dan menyejukkan mata.

Berikut 3 alasan mengapa kita tetap perlu berhubungan dengan alam.

1. Pengalaman bersentuhan dengan alam erat kaitannya dengan angka kepuasan hidup

Pernahkah anda melihat postingan media sosial yang memamerkan panorama dan keindahan alam? Ada yang memposting dengan menyebutkan nama tempat dan negaranya. Ini yang mendasari suatu penelitian tentang jumlah pengalaman alam yang diposting di suatu negara berhubungan dengan kepuasan hidup penduduknya.

Disebutkan bahwa penduduk yang memiliki skor kepuasan tinggi berkaitan jumlah pengalaman yang bersentuhan dengan alam yang tinggi pula. Pada akhirnya disimpulkan bahwa pengalaman bersentuhan dengan alam yang indah berkontribusi pada kesejahteraan penduduknya sehingga skor kepuasan hidup pun lebih tinggi.

Hasil penelitian ini menekankan pentingnya melestarikan alam karena alam dapat berkontribusi pada kebahagiaan emosional, relaksasi dan kepuasan hidup.

2. Berada di alam yang indah itu membahagiakan

Seperti yang disampaikan di awal, kami pun turut serta keluar rumah saat cuaca cerah dan suhu terhitung belasan derajat celcius padahal saat ini masih musim dingin. Menikmati alam itu ternyata membahagiakan buat saya. Apakah anda juga akan berbahagia bila berada di lokasi alam yang indah?

Dalam studi lainnya yang dihimpun dari ponsel cerdas terhadap lokasi alam yang indah yang didokumentasikan menunjukkan bahwa individu tersebut sedang berbahagia.

Hal ini diketahui dari respon individu yang digunakan dalam aplikasi jejak dan tingkat kebahagiaan. Bahwa alam dengan cuaca cerah akan mendorong orang berjalan kaki, bersepeda, berkebun, camping dan aktivitas lainnya yang berhubungan dengan alam sehingga ternyata berkontribusi terhadap kebahagiaan seseorang. Coba deh!

3. Perilaku berkelanjutan seperti pro-ekologis, hemat listrik, altrustik, dll ditunjukkan pada anak-anak yang menganggap dirinya berhubungan dengan alam

Studi lainnya yang berhubungan dengan alam melibatkan partisipasi anak-anak. Anak-anak dibagi dalam dua kelompok, kelompok anak yang bersentuhan dengan alam dan kelompok anak-anak yang tidak. Mengingat selama ini kita berpikir bahwa tugas melestarikan alam hanya beban orang dewasa. Sesungguhnya jika kita melibatkan anak-anak, hasilnya luar biasa.

Setelah dilakukan penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa keterhubungan dengan alam dianggap sebagai penentu perilaku berkelanjutan dan kebahagiaan bagi seorang anak. Anak-anak yang berhubungan dengan alam, tidak hanya lebih berbahagia tetapi mereka memiliki perilaku berkelanjutan. Apa saja? Mereka tahu bagaimana sikap hemat, pro-ekologis dan altruisme alias suka menolong.

Daripada anak-anak duduk seharian di depan televisi atau bermain game, mengapa tidak sesekali kita ajak bermain menikmati alam. Mengajaknya camping, berpetualang atau bersepeda yang membuatnya sadar untuk merawat alam akan baik untuk perkembangan anak itu sendiri.

Kesimpulan

Hari ini diprediksi suhu di musim dingin tetapi meningkat menjadi 20 derajat celcius. Terdengar aneh, tetapi siapa bisa menebak kondisi alam sekarang. Bagaimana pun kita perlu menjaga dan merawat alam pada akhirnya karena berhubungan dengan alam memberi alasan seperti di atas. Tak terbayang jika alam sudah “mengamuk” seperti bencana buat kita. Bahagia yang sederhana adalah saat kita bersyukur atas alam yang indah yang Tuhan berikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.