Stettin, Polandia (3): Gereja Ortodoks Santo Nikolas yang Berkubah Emas

Tampak luar.

Pandemi telah membatasi kesempatan berpergian, namun tidak membatasi berbagi cerita tentang tempat-tempat indah yang pernah dikunjungi. Melalui cerita berikut, saya ajak anda mengenali salah satu gereja yang memiliki kubah emas. Gereja tersebut menarik perhatian saya kala saya dan suami menyambangi kota Stettin di Polandia beberapa waktu lalu.

Stettin disebut juga Szczecin dalam bahasa Polandia, yang juga pernah menjadi bagian dari Jerman. Letak kota ini sekitar 125 kilometer dari ibukota Jerman, Berlin. Posisinya tepat di sebelah barat laut negara Polandia dan berbatasan langsung dengan Jerman dan laut Baltik.

Kota ini sudah dikenal sebagai kota pelabuhan sejak abad pertengahan. Hal ini terbukti dari prasasti yang dipajang di Katedral Stettin, yang pernah saya kunjungi dan ceritakan sebelumnya. Tempat menarik lainnya adalah Hakenterasse yang menjadi landmark kota. Sila cek di link yang ditautkan. Dan

Saya dan suami melipir untuk berhenti sesaat di depan gereja kubah emas. Saya berpikir untuk masuk ke dalam dan mendokumentasikannya lebih dekat. Sayangnya rencana kami pupus.

Pasalnya kami tidak menemukan tempat parkir di dekat gereja. Lokasi parkir yang saya maksud dekat gereja berada dalam zona A. Itu maksudnya kami harus membayar lebih mahal biaya parkir plus tempat parkir sering terisi.

Begitu indahnya gereja Ortodoks Saint Nicholas ini sehingga kami tetap berusaha untuk mendapatkan lokasi parkir sementara. Ketika tiba di gereja, lagi-lagi kami tidak bisa masuk ke dalam. Saya tidak memperhatikan waktu beroperasinya gereja yang dipasang di muka. Gereja dibuka hanya pada saat weekend saja.

Gereja ini direkomendasikan untuk dikunjungi karena kubahnya. Seperti yang anda lihat, kubahnya tampak keemasan. Dari kubahnya, kita bisa menduga gaya arsitektur neo-baroque, yang kebanyakan mirip seperti berada di Rusia.

Tak hanya kubah saja, gereja ini memiliki mural yang cantik. Sekali lagi saya tidak bisa melihat dan mendokumentasikannya ke dalam. Ada juga semacam replika dari “special religious gift” peninggalan gereja timur dan disimpan di sini. Lainnya adalah relikui atau peninggalan orang kudus yang juga disimpan di sini.

Berdasarkan penelusuran informasi, gereja ini dibangun setelah perang dunia kedua. Konon banyak pendatang ke Stettin setelah perang dunia berakhir. Gereja ini dibangun pada tahun 1946 untuk memenuhi kebutuhan umat yang semakin bertambah tiap tahun.

Pengalaman lainnya saya berkunjung ke gereja ortodoks adalah gereja Santo Nikolaus yang berada di Bavaria, Jerman. Silakan cek link yang ditautkan. Anda bisa memperhatikan mural cantik di luar gereja tersebut.

Ok, happy Sunday!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.