Bibliotherapy: Tak Hanya Menginformasikan, Tetapi juga Menyembuhkan

Ilustrasi. Salah satu sudut perpustakaan di Swedia.

Apakah anda setuju jika saya katakan bahwa buku tidak hanya memberi informasi dan wawasan saja, tetapi juga buku bisa menyembuhkan? Kok bisa. Saya adalah orang yang mempercayai itu. Banyak buku yang menginspirasi saya dalam hidup termasuk membuat perubahan dalam hidup. Jangan tanya berapa stok buku yang saya miliki sebagai koleksi pribadi.

Rupanya terapi buku berhasil dijadikan pendekatan untuk mengatasi berbagai permasalahan psikologis yang dihadapi seseorang. Para terapis terlatih memilih bibliotherapy sebagai media bagi kliennya agar klien terinspirasi dari cerita orang lain yang mengalami persoalan yang sama.

Tak melulu bibliotherapy itu menyangkut buku non fiksi. Ada pula yang merekomendasikan buku fiksi misalnya. Dengan begitu klien dapat mengidentifikasikan karakter dari tokoh dalam buku dan menavigasikannya dalam kehidupan pribadi. Contohnya saya suka membaca buku fiksi The Alchemist karya Paulo Coelho dan karya fiksi lainnya.

Bibliotherapy juga tidak berarti buku self help tetapi bahan bacaan yang membantu seseorang memecahkan masalah, meningkatkan kesadaran diri dan memahami persoalan yang sedang dihadapinya.

Baca juga: Bibliotherapy dengan menulis

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya yang memfasilitasi teknik ini dalam kelompok. Bila seseorang tidak suka membaca atau mereka yang punya minat baca yang rendah ini menjadi kesulitan bagi fasilitator menggali kebiasaan tersebut. Padahal membaca itu memang dalam situasi menyenangkan, bukan keterpaksaan.

Sekali lagi memang perlu keterampilan profesional seorang terapis yang bisa merekomendasikan literatur menarik yang disesuaikan dengan kebutuhan kliennya. Jika kliennya tidak suka membaca dan tak punya waktu membaca atau buku yang direkomendasikan salah maka bibliotherapy bukan pilihan yang tepat. Apakah ada orang yang tak suka membaca? Ada saja.

Peristiwa hidup seperti kelahiran anak, perkawinan, perceraian atau kematian kerap membuat seseorang mengalami perubahan hidup yang bisa berdampak pada persoalan psikologis. Sementara kebanyakan orang memandang peristiwa hidup tersebut lumrah terjadi dan mampu dilewati dengan baik.

Kecenderungan ini mendorong orang yang mengalami stress dan persoalan dari peristiwa hidup tidak berani pergi ke ahli profesional. Buku bisa menjadi petunjuk agar orang yang mengalami persoalan dari peristiwa hidup dapat melewatinya dengan baik.

Seperti ungkapan Galileo Galilei bahwa manusia sebenarnya tahu apa yang harus dilakukannya untuk mengatasi persoalan hidupnya, hanya manusia perlu petunjuk untuk meyakinkan dirinya.

Nah, buku adalah salah satu media yang menjadi “resep” untuk “menyembuhkan” persoalan yang dihadapi. Bibliotherapy seolah membangkitkan kesadaran diri untuk mengkomunikasikan apa yang dibaca dengan masalah yang sedang dihadapi.

Bibliotherapy itu bukan hal yang baru. Sejak diperkenalkan tahun 1930-an, para pustakawan berusaha mengumpulkan literatur yang cocok dan tepat untuk tujuan terapeutik. Untuk itu rekomendasi buku pun disesuaikan dengan usia perkembangan pembacanya agar tepat sasaran.

Remaja yang mengalami masalah pubertas dapat membaca buku yang sesuai dan tepat sehingga remaja paham bahwa ia tidak sendiri menghadapinya. Buku kerap menawarkan solusi realitis terhadap suatu persoalan.

Buku itu menyembuhkan bagi mereka yang memerlukannya. Memang benar Bibliotherapy dipraktikkan sejak tahun 1930-an. Namun anda perlu tahu bahwa bibliotherapy itu sudah ada jauh sebelum masehi.

Informasi ini saya peroleh dari tour guide saat berkunjung ke Mesir, tepatnya di kompleks pemakaman Firaun. Adalah Ramses II yang menuliskan di pintu perpustakaan miliknya sebagai “The House of Healing for the Soul” namun untuk masuk ke pemakaman Ramses II, saya perlu bayar tiket ekstra lagi. Begitulah pengalaman saya ke Mesir tempo lalu.

Jadi saya rasa tepat jika buku tidak hanya memberikan wawasan saja tetapi pencerahan yang “menyembuhkan” asalkan anda menemukan buku yang cocok dan tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.