Bunga Viola: Si Cantik Mungil yang Membedakannya dengan Bunga Pansy di Musim Semi

Bunga Pansy yang mirip dengan bunga viola.

Musim semi disambut dengan sukacita kala musim dingin sudah perlahan berlalu. Hari Minggu kemarin sudah menandai pergantian musim tersebut dengan turun salju beberapa hari sebelumnya. Musim semi berarti Indonesia dan Jerman punya perbedaan waktu 5 jam. Namun perbedaan waktu 5 jam berlaku baru minggu depan. Musim semi sudah datang.

Salah satu ciri yang menandai musim semi adalah bercocok tanam dan berkebun. Kegiatan ini adalah salah satu aktivitas yang normal terjadi bagi kebanyakan orang Jerman. Tanda ini tampak terlihat dari gerai dekorasi berkebun, perangkat berkebun hingga penjualan bibit tanaman dan bunga yang dijual di pasaran.

Ngomong-ngomong soal bunga, saya perkenalkan bunga viola yang bentuknya mirip seperti bunga pansy. Keduanya punya warna yang multi colour dalam satu kelopak bunga. Ukuran kelopak bunganya pun sama. Apakah anda bisa melihat perbedaan keduanya? Saya sendiri tidak.

Bunga pansy dalam bahasa jerman disebut dengan “stiefmütterchen” yang terdengar aneh bila saya terjemahkan. “Stiefmütterchen” adalah “ibu tiri” bila diterjemahkan dalam bahasa indonesia. Warna-warni kelopak bunganya membuat bunga ini disukai di Jerman. Bunga ini dianggap mewakili musim semi yang “gembira” telah datang.

Bunga ini masuk dalam famili Violaceae seperti bunga viola juga. Bunga ini populer di Jerman atau negeri empat musim. Kami pun meletakkannya di beranda halaman rumah. Tak hanya di Eropa saja, negeri Asia yang punya empat musim seperti Jepang menjadikan bunga pansy sebagai simbol salah satu kotanya. Coba tebak kota apa itu? Osaka.

Bunga Viola.

Sedangkan bunga viola itu dalam bahasa jerman disebut dengan hornvoilchen. Masuk dalam famili yang sama seperti bunga pansy, keduanya tampak sulit dibedakan untuk orang awam seperti saya.

Prinsipnya bunga viola itu biasanya lebih sedikit dan lebih kecil ketimbang bunga pansy. Kelopak keduanya pun tampak berbeda.

Baik bunga pansy maupun bunga viola itu biasa menghiasi taman atau balkon orang Jerman pada awal musim semi hingga nanti musim gugur. Keduanya juga bisa bertahan di cuaca yang dingin, bahkan minus.

Proses menanam benihnya sudah bisa dimulai saat bulan Februari kala cuaca dingin terjadi di Jerman, sehingga awal april atau bunga-bunga ini bisa berkembang di musim semi.

Saya suka keduanya baik bunga pansy maupun bunga viola yang selalu punya multi warna dalam satu kelopak.

Bunga ini seolah menandai musim semi sudah datang karena warna-warni kelopaknya yang menghiasi balkon atau teras rumah. Tak hanya itu perawatannya pun mudah dan mampu bertahan lama.

2 thoughts on “Bunga Viola: Si Cantik Mungil yang Membedakannya dengan Bunga Pansy di Musim Semi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.