Denmark (8): Dari Kopenhagen ke Malmo, Swedia Hanya 45 Menit

Jembatan Oresund, penghubung Denmark dan Swedia.
Jalan tol masih di Denmark. Tampak di depan jembatan Oresund.
Di atas jembatan Oresund, menuju Swedia.

Cerita kunjungan ke Denmark berakhir di sini, yakni perjalanan dari Kopenhagen menuju Malmö yang ditempuh dengan jalan darat. Perjalanan kami terbilang singkat hanya memakan waktu kurang dari satu jam dari Denmark ke Swedia. Kami juga bisa melihat pulau buatan bernama Peberholm yang terletak di antara dua negara tersebut.

Itu sebab kami bercerita mengapa rute ini bisa dipertimbangkan kelak jika anda ingin berwisata ke sini. Saat ini memang kami memang disarankan tidak berpergian dulu. Kami tetap tinggal di rumah. Namun berbagi cerita perjalanan membuat saya tetap berharap bahwa pandemi segera berlalu.

Sebagai informasi, kereta dari Kopenhagen ke Malmö itu memakan waktu tempuh lebih cepat ketimbang mobil karena waktu tempuh kereta 200 km/jam. Perjalanan panjang dari stasiun utama Kopenhagen ke stasiun utama Malmö adalah 45 kilometer. Dari Kopenhagen ada beberapa pilihan moda transportasi seperti kereta dan bis. Baik bis, kereta maupun kendaraan beroda pasti melewati jembatan Oresund.

Pilihan lainnya adalah menumpang kapal ferry dari Kopenhagen ke Malmö. Jika menumpang kapal ferry, tentu anda perlu tiket dan rencana perjalanan. Sedangkan mereka yang punya kendaraan pribadi bisa saja spontan tanpa rencana bisa melewati dua negara.

Bagi mereka yang mengendarai kendaraan pribadi sebut saja mobil atau motor maka bisa melalui jalur jalan tol. Tentu jalan tol ini perlu bea khusus, dengan harga berbeda untuk pengendara mobil, motor dan truk misalnya. Pembayaran tol dan pemeriksaan paspor dilakukan setelah tiba di akhir jembatan.

Jalan yang kami lalui begitu mulus dan bagus. Kami pun bisa menikmati perjalanan indah. Untuk penyeberangan, kami harus menempuh jembatan panjang yang menjadi penghubung kedua negara. Jembatan panjang ini disebut jembatan Oresund yang kadang saya sertakan dalam dokumentasi foto latar belakang saat kami berada di pantai Malmö.

Jembatan Oresund ini termasuk jembatan terkenal di dunia karena ini menjadi penghubung dua negara dengan panjang 8 kilometer dan tinggi 1.092 meter. Tak hanya kendaraan beroda saja yang bisa melalui jembatan ini, tersedia juga jalur kereta api di jembatan ini.

Seingat saya, kami juga harus menempuh terowongan tertutup juga. Ya betul, terowongan tersebut bernama Drogden. Untuk mobil dan kendaraan beroda di jalur atas, sedangkan kereta di jalur bawah.

Sejak dibuka tahun 2000, jembatan ini menjadi jalur lalu lintas terpadat yang memungkinkan komuter dua negara berbeda termasuk budaya dan mata uang yang berbeda untuk tetap terhubung. Denmark menggunakan mata uang Danish Krone (DKK) sedangkan Swedia menggunakan Swedish Krone (SEK). Konon jembatan ini dilalui 15.000 komuter per harinya.

Saya dengan mudahnya menyebut jembatan ini adalah Oresund. Padahal nama asli jembatan ini adalah Øresundsbron yang menjadi ejaan untuk kedua negara Denmark dan Swedia yang berbeda bahasa. Denmark menggunakan bahasa Dansk, sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan di Swedia disebut Svenska.

Untuk situasi terkini dengan pembatasan sosial dan berpergian, saya pikir tidak mudah juga untuk berkunjung kedua negara tersebut. Tentu kita sebagai pengunjung harus melihat ketentuan yang diberlakukan di kedua negara tersebut yakni Denmark dan Swedia. Hal ini berlaku juga untuk penumpang kereta api atau bis umum.

Begitulah cerita perjalanan kami yang berkesan. Jembatan ini memudahkan mobilitas siapa saja. Bukan tidak mungkin, ke depan kita akan menemukan jembatan di atas selat yang menghubungkan antar pulau.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

4 thoughts on “Denmark (8): Dari Kopenhagen ke Malmo, Swedia Hanya 45 Menit

    1. Hmm, aku bisa bayangkan lokasimu mbak Eva. Itu sama seperti temanku lainnya kerja di Swiss tinggal di Jerman atau tinggal di Jerman kerja di Luxembourg.

      Kalau situasi skrg, apakah suami perlu menunjukkan hasil tes COVID-19 setiap hari bila kerja? Atau suami juga disertai surat jalan ya mbak??

      Aku penasaran dengar ceritamu mbak… Krn aku di sini biasanya isi bensin suka ke negara tetangga, skrg dibatasi kecuali org2 tertentu spt bekerja.

      Bagaimana dengan suamimu yg mobile tiap hari? Perlukah hasil tes tiap hari atau hanya surat jalan saja? 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.