CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 8 September 2015.


Semua rahasia kelezatan kue cokelat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue cokelat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati.”

Sore itu aku berkeinginan membuat kue cokelat yang disukai oleh suamiku. Aku tertarik mempraktikkan kue cokelat yang biasa dibuat nenek.

Mengapa? Kue cokelat buatan nenek sungguh berbeda. Rasanya khas dan belum pernah ditemui di toko cokelat mana pun. Aku pikir aku bisa menyajikannya untuk suamiku saat tiba di rumah nanti. Aku ingin memberikan kue cokelat yang disukainya untuk menghilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja di luar. Itu pikirku!

Tiba-tiba ibu datang menghampiri aku di dapur. Dilihatnya dapur yang berantakan, serbuk tepung yang kemana-mana serta mukaku yang berantakan. Ia tersenyum melihat wajahku.

Aku buru-buru melap wajahku dan memperhatikan kembali catatan resep kue cokelat di atas meja. Aku menghafal bahan yang diperlukan dan berapa banyak harus ditaruh dalam adonan tepung.

Tepung sudah siap diulenin, aku bergegas meletakkan takaran cokelat di dalam adonan.

Aku ingin menunjukkan kepada ibu tentang kemahiranku membuat kue cokelat. Aku yakin aku bisa membuat kue cokelat yang sama enaknya seperti buatan nenek.

****

Setengah jam berselang setelah adonan kue cokelat aku masukkan dalam oven. Hasilnya? Kue cokelat itu hangus, tidak enak rasanya dan tidak menarik untuk dilihat.

Apa yang terjadi?

Aku menangis, marah dan kecewa luar biasa. Aku sudah meluangkan waktu seharian agar dapat membuat kue cokelat, mengapa hasilnya tidak seperti yang aku harapkan?

****

Ibu datang menghampiriku. Ia menarik lenganku dan mengajak aku duduk di teras belakang, dekat dapur. Dengan tangannya yang lembut, ia mengusap wajahku yang penuh serbuk tepung dan bubuk cokelat.

Lalu ia pergi ke dapur. Lima menit kemudian ia datang membawakan secangkir teh manis. Ia memintaku minum teh dan membiarkan aku diam beberapa saat.

Ibu memang paling mengerti apa yang aku rasakan. Aku mulai bercerita tentang kue cokelat yang gagal aku buat. Aku bingung dan mulai mencari tahu penyebab kegagalan itu.

****

Kue cokelat yang dibuat nenek tentu akan selalu berbeda dengan kue cokelat buatanku atau buatan siapapun. Nenek punya resep rahasia. Meski nenek memberitahukan resep rahasia itu padaku, rasa kue cokelat itu tetap berbeda.

Bahan yang digunakan dan dicampurkan memiliki aturan dan takaran yang disesuaikan setelah adonan demi adonan diaduk. Jadi memang tidak ada aturan baku untuk menaruh tepung, gula atau cokelat.

Mengapa? Karena semua disesuaikan dengan rasa adonan sebelumnya. Saat memasak, ibu mengatakan bahwa kesabaran diperlukan agar hasilnya baik.

Saat di oven, nenek tahu berapa lama harus dipanggang. Ia tidak pernah memberikan waktu yang pas karena ia selalu ingin memastikan adonan kue yang dibuat sesuai dengan berapa lama pemanggangan di oven.

****

Apa kaitan perkawinan dengan resep kue cokelat? Semua pasangan selalu berusaha untuk membuat perkawinan yang terbaik dalam hidup mereka, sama ketika mereka akan membuat kue cokelat yang terenak. Mereka berpikir resep kue cokelat orang lain dapat ditiru dan dipraktikkan dengan hasil yang sama padahal dalam membuat kue cokelat, si pembuat selalu memiliki rahasia. Meski rahasia itu dibagikan, maka hasilnya tak pernah sama.

Seperti perkawinan, meski setiap pasangan yang harmonis di dunia ini berhasil membagikan rahasianya, hasilnya tidak bisa diterapkan sama.

Mengapa? Semua rahasia kelezatan kue cokelat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan.

Jika ingin berhasil membuat kue cokelat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati.

Jangan pernah berpikir waktu menentukan kualitas pemanggangan kue cokelat! Kualitas rasa kue cokelat ditentukan oleh racikan pembuatnya.

Mereka yang mahir membuat kue cokelat seperti nenek, tidak suka kue cokelat dibandingkan dengan buatan orang lain. Jadi kualitas perkawinan tidak ditentukan dari seberapa lama mereka menikah.

Agar perkawinan seperti kue cokelat yang terenak, jangan pernah membandingkannya dengan orang lain.

Teruslah berlatih memasak kue cokelat karena tidak pernah didapatkan hasil akhir tentang resep kue cokelat yang sempurna.

Jadi tidak pernah ada resep yang tepat dan sempurna agar memiliki pernikahan yang harmonis.

Nenek bilang variasi dalam membuat kue cokelat menentukan rasa dan kualitas kue cokelat agar orang yang mencicipinya tidak bosan.

Sedari kecil saya melihat nenek selalu membuat kue cokelat dengan berbagai macam varian rasa atau hiasan yang menarik untuk dinikmati saat natal tiba. Agar tidak membosankan, buatlah variasi yang mewarnai pernikahan agar bisa dinikmati.

****

Semoga resep kue cokelat nenek menginsprasi resep perkawinan yang sesungguhnya.

Resep kue cokelat itu tak pernah lekang oleh waktu dan tak pernah sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.