5 Efek Kerja Berlebihan

Siapa pun ingin bekerja dan bahagia secara bersamaan. Namun itu tidak mudah kenyataannya. Kita kadang lupa bahwa kita adalah manusia, bukan mesin pula yang perlu istirahat dan berpikir tentang porsi kita. Sebenarnya kita tahu apakah beban pekerjaan yang diemban ini berlebihan atau tidak. Kita punya daya ukur yang memang bisa menjadi patokan atau standar keseimbangan hidup.

Beban kerja yang berlebihan dengan hidup yang semestinya rupanya berefek pada tubuh sendiri. Dalam sebuah penelitian di Uni Eropa ditemukan bahwa ada hubungan antara lama bekerja dengan risiko penyakit jantung.

Studi di atas sebagai peringatan tentang beban kerja yang berlebihan bisa berdampak pada risiko penyakit. Untuk memperkuat studi tersebut, studi lain menyatakan mereka yang bekerja lebih dari 55 jam per Minggu akan punya risiko 33 persen terhadap risiko sakit jantung.

Tanpa berpanjang lebar, berikut lima efek beban kerja berlebihan:

1. Insomnia dan gangguan tidur 

Kurang tidur tidak hanya berdampak pada risiko penyakit saja, tetapi kondisi berkurangnya konsentrasi, perubahan mood atau suasana hati. Penelitian yang baru-baru ini menjelaskan efek berkepanjangan kurang tidur adalah kemungkinan depresi sebagai gangguan yang serius. Oleh karena itu suasana yang nyaman saat tidur seperti cahaya lampu di kamar tidur mempengaruhi kita untuk tidur pulas.

Tak hanya lampu tidur, beban kerja berlebihan menyebabkan pola tidur yang berantakan. Ada pula yang harus mengurangi waktu tidur demi bekerja. Sisanya pekerja yang memakai waktu tidur untuk bekerja. Sehatkah ini? Tentu tidak, kecuali Anda memang bertugas pada pekerjaan kemanusiaan yang memang dikhususkan pada situasi gawat darurat dan perlu pertolongan.

2. Gangguan makan

Beban kerja bisa menyebabkan gangguan makan seperti pola makan yang berantakan, asupan nutrisi yang tidak diperhatikan hingga gangguan makan seperti sakit maag, anorexia, bulimia bisa saja terjadi. Beban pekerjaan yang berlebihan bisa menyebabkan asupan makanan yang justru memicu kecemasan, contohnya kita menyantap junkfoods karena berpikir itu lebih praktis.

Beban kerja berlebihan terkadang membuat pekerja lupa akan jadwal makan yang semestinya. Larut dalam pekerjaan membuat si pekerja memanfaatkan waktu kerja dan meja kerja menjadi waktu makan dan meja makan. Kondisi ini memperburuk fungsi kerja tubuh.

3. Stress

Siapa bilang beban kerja tidak membuat stres tersendiri? Beban kerja yang berlebihan menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Belum lagi beban kerja juga mesti dibawa ke rumah sehingga kita sebagai pekerja tidak bisa lagi membedakan mana ranah privat dan bisnis/pekerjaan. Itu tidak sehat. Seharusnya kita bisa mengelola beban kerja sehingga disebut time management yang dimiliki setiap pekerja. Apakah pekerja salah mengelola waktu kerja sehingga berlebihan atau ada faktor lainnya?

4. Depresi

Sebuah studi yang dilakukan dalam hubungan depresi dengan beban kerja berlebihan pada perempuan ternyata ada keterkaitan. Perempuan yang tak mampu mengelola pekerjaannya dengan baik sehingga menjadi beban dinyatakan akan berisiko tinggi pada gangguan kecemasan dan depresi.

Studi lain menyebutkan beban kerja berlebihan menimbulkan variabel lain seperti gaya hidup tak sehat, pola tidur, pola makan dan lainnya mendorong tingkat depresi yang tinggi pada pekerja produktif usia paruh baya. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan juga tentang kesehatan mental dengan beban kerja.

5. Burnout

Terakhir ini adalah burnout yang dikatakan sebagai penyakit serius orang moderen. Burnout bisa menyerang siapa saja yang diakibatkan ketidakseimbangan dalam mengelola beban kerja dengan kehidupan sehari-hari. Burnout ditandai dengan menurunnya minat bekerja, kehilangan gairah untuk mengerjakan tugas kantor, tidak produktif di tempat kerja hingga keinginan pensiun dini.

Kesimpulan

Bagaimana pun bekerja adalah aktualisasi diri. Bekerja bisa menjadi identitas sosial, tidak hanya sekedar mencari uang untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, kita sebagai pekerja yang paling tahu apakah pekerjaan ini berlebihan atau tidak. Seyogyanya kita mengendalikan pekerjaan, bukan pekerjaan mengendalikan kita.

Ada pendapat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.