Makanan Khas Asia (80): Dim Sum Rebus, Kecil tetapi Mengeyangkan

Makanan berikut bisa jadi sudah pernah Anda pesan. Bagaimana pun saya pernah mengenal dim sum sebelumnya di salah satu restoran khas negeri tirai bambu di Jakarta. Lambat laun dim sum ini menjadi tak asing saat saya berada di Singapura atau negeri Asia lainnya.

Dim sum menawan hati sambil ngobrol di meja makan karena bentuknya yang mungil tetapi cukup mengenyangkan. Bayangkan makanan dikukus ini begitu nikmat, tanpa sajian pelengkap lainnya. Kita bisa memesan isian sesuai selera, mulai dari daging, makanan laut hingga sayuran.

Konon dim sum memang diciptakan untuk membuat siapa saja yang melihatnya tertarik mencobanya. Orang-orang Tiongkok jaman dulu sengaja menciptakannya untuk kudapan, bukan makanan utama. Ketika orang bertamu, si penghuni rumah sengaja membuatkan dim sum untuk menemani ngobrol.

Dim sum berasal dari Kanton yang telah berevolusi menjadi makanan utama hingga makanan yang populer seperti bakpao dan pangsit lainnya. Sebut saja siomay yang saya kenal di Jakarta. Pangsit lainnya di Polandia seperti Pierogi atau wantan di Vietnam. Ada juga jiozi dari Tiongkok, mandu dari Korea, atau Maultaschen dari Jerman.

Tentunya untuk kulit dumpling dim sum berasal dari tepung beras yang lengket saat direbus. Isiannya disesuaikan selera, tetapi harus dipotong kecil dan halus sehingga bisa menjadi isian. Setelah itu, kulit dim sum dibentuk cantik dengan sentuhan tangan. Itu sebab diberi dim sum yang menawan hati.

Kini dim sum bisa dibeli dengan mudah di toko Asia di Eropa yang praktis, tanpa repot membuatnya. Kita tinggal mengukusnya sekitar 15 – 20 menit hingga matang. Nikmati dim sum dengan soja sauce, itu sudah melengkapi rasanya.

Bagaimana pengalaman Anda menikmati dim sum?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.