SAD: Kenali Gejalanya Saat Winter Tiba

SAD atau Seasonal Affective Disorder adalah kondisi musiman yang ditandai dengan depresi. Simptom ini biasanya terjadi di awal atau selama musim dingin. Demikian penjelasan saat saya menghadiri webinar internasional yang digelar tahun lalu oleh lembaga yang berpusat pada promosi kesehatan mental di negeri Paman Sam.

Bagaimana pun saya saat ini berada di negeri empat musim yang tentu saja perlu antisipasi menghadapinya. Saya sendiri sudah membahas SAD sebelumnya yang saya sebut dalam Bahasa Jerman sebagai Winterdepression. Ada juga yang menyebutnya Winter Blues. Cerita saya bisa diklik di link yang ditautkan.

Dari webinar tersebut saya menjadi tahu bahwa salah satu alasan mengapa Winterdepression terjadi. SAD umumnya terjadi pada mereka yang menetap jauh dari garis khatulistiwa di mana lama siang lebih pendek saat Winter tiba. Sebagai catatan, SAD berpengaruh pada semua kalangan usia. Intensitas simptom bervariasi yang berbeda-beda tiap orang.

Berikut gejala-gejala yang mungkin perlu diperhatikan: ada rasa sedih dan galau sepanjang hari. Seperti umumnya gangguan suasana hati, orang-orang yang mengalami depresi lebih mudah menarik diri dari pergaulan. Padahal orang-orang tersebut bukan termasuk orang-orang yang punya sedikit teman.

Mereka yang memiliki kecenderungan ini bisa mengamati bagaimana terjadi perbedaan aktivitas, produktivitas bahkan kinerja saat musim dingin dengan musim panas. Misalnya, mereka malas keluar rumah, malas makan, malas beraktivitas hanya karena langit yang gelap, suhu yang dingin dan suasana alam musim dingin.

Mereka yang mengalami SAD juga tak bergairah melakukan apa pun. Seorang yang mengalami SAD mengaku, mereka tak ingin terlibat dengan kumpulan atau pergaulan sosial. Ini bukan karena mereka bertipe Introvert. Orang yang mengalami SAD menarik diri dari pergaulan sosial. Mereka hanya ingin diam di rumah.

Gejala lain yang muncul adalah mereka mengalami gangguan tidur. Mereka bisa sering tidur atau lebih intens tidur. Ada juga justru yang lainnya, mereka tak bisa tidur seperti normalnya. Gejala SAD juga dilaporkan saat orang mulai sulit berkonsetrasi penuh pada suatu hal.

Apa yang dialami tidak serta merta semua simptom dirasakan. Ada yang hanya beberapa simptom saja, bahkan ada yang gejalanya mild saja. Yang lain mengaku mereka kehilangan selera makan atau perubahan rasa.

Untuk menolong orang yang mengalami depresi tak mudah. Ada bebeberapa pendekatan praktis sepetrti perbanyak aktivitas Outdoor seperti bertemu teman-teman, olah raga, menikmati makanan bernustrisi hingga biarkan tubuh tetap terpapar sinar matahari.

Beberapa pendekatan profesional yang saya ketahui, sudah dijelaskan di artikel sebelumnya. Anda bisa datang ke ahlinya. Saran lain seperti vitamin D, terapi cahaya hingga mengonsumsi obat-obatan.

Saya sendiri hanya berpendapat berdasarkan apa yang disampaikan dari webinar yang diikuti. Ini tidak dapat menggantikan pendapat profesional. Mohon kebijakan Anda bahwa saya menceritakan sesuai apa yang saya simak.