Ötzi (1): Mengunjungi Museum Manusia yang Jadi Mumi Es Sebelum Masehi

Manusia yang menjadi mumi es yang diceritakan dalam seri cerita saya selanjutnya ini disebut Ötzi. Manusia fenomenal yang dikenal dalam temuan tahun 1991 ini sempat menghebohkan dunia karena Ötzi pernah hidup sebelum kehadiran Pyramid Giza.

Momen bersejarah yang paling tua di dunia dan pernah saya kunjungi adalah Pyramid Giza di Mesir yang diperkirakan telah ada sekitar 5000 tahun lalu. Pyramid tersebut menjadi salah satu keajaiban dunia yang sampai sekarang masih bertahan. Saya begitu terharu ketika saya mengunjungi lokasi wisata tersebut, seolah saya terbawa pada peradaban manusia ribuan tahun lalu. Cerita saya bisa dicek di link ini.

Terkait dengan Pyramid Giza saya mendapati ini menjadi tolok ukur peradaban manusia yang terpasang jelas di pintu masuk museum yang saya kunjungi beberapa waktu lalu. Museum yang saya maksud adalah Südtiroler Archäologiemuseum yang terletak di Italia.

Wilayah Südtirol ini yang pernah dijelaskan sebagai provinsi di Italia yang didominasi Bahasa Jerman sebagai bahasa sehari-hari. Ceritanya bisa dicek di link ini.

Di pintu informasi dijelaskan bahwa manusia yang ditemukan sebagai mumi es di tahun 1991 dan menggegerkan dunia saat itu diperkirakan pernah hidup sebelum kehadiran Pyramid Giza. Dalam skala waktu yang dikenal di dunia adalah sebelum kelahiran Yesus Kristus, Before Christ (BC) dan sesudah kelahiran Yesus Kristus, Anno Domini (AD).

Nah, manusia berbentuk mumi es yang berada dalam museum yang saya dan suami kunjungi itu telah ada jauh sebelum kelahiran Yesus Kristus. Diperkirakan Ötzi tersebut pernah hidup sekitar 3000-an tahun lalu.

Karena rasa keingintahuan saya yang tinggi, saya meminta suami untuk menemani saya untuk berkunjung ke museum tersebut. Museum tersebut terletak di kota tua (=Altstadt) Kota Bozen atau Kota Bolzano.

Museum yang dibuka sejak tahun 1998 ini menarik tiket masuk 18€ per orang saat kami datang. Tidak hanya manusia mumi es yang ada di situ, tetapi juga berbagai benda purbakala yang menggambarkan suasana saat ribuan tahun lalu.

Museum ini bersuhu dingin sebagai lokasi penyimpanan benda-benda purbakala, rekonstruksinya dan media digital yang membuat seolah-seolah itu tampak seperti nyata. Selain itu museum ini terdiri atas beberapa lantai dengan suasana nyaman dan teknologi tinggi. Namun perhatikan bahwa ada larangan untuk mendokumentasikan suasana dalamnya kecuali spot-spot yang diperbolehkan.

Saat kami memasuki Museum Arkeologi ini, kami harus menunjukkan bukti vaksin elektronik untuk kalangan Uni Eropa. Kami juga harus memakai masker selama dalam ruangan.

Di beberapa titik tampak tersedia hand sanitizer bila diperlukan. Sebaiknya kita tidak menyentuh apa yang disajikan kecuali media digital yang diperbolehkan. Ingat kami tak bisa mengambil banyak foto di Museum ini, hanya ada sebagian spot yang diijinkan.

Untuk alur informasi, ikuti petunjuk yang diberikan. Informasi yang tersedia dalam museum ini dalam Bahasa Inggris, Bahasa Jerman dan Bahasa Italia. Di akhir museum terdapat area sinema, tetapi kami tidak masuk ke dalam dan area penjualan sovenir. Untuk toilet, Anda bisa gratis menggunakannya di lantai paling bawah.

Selanjutnya saya akan cerita tentang Ötzi secara lebih detil dan apa yang menarik menurut saya. Mengapa disebut Ötzi? Apakah namanya Ötzi? Konon kasus Ötzi dianggap kasus kejahatan tertua yang tak terungkap karena Ötzi meninggal dengan dibunuh. Segera nantikan seri cerita lanjutannya ya!

One thought on “Ötzi (1): Mengunjungi Museum Manusia yang Jadi Mumi Es Sebelum Masehi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.