20 Maret Hari Kebahagiaan Internasional: Apa yang Membuat Bahagia?

Hari Minggu kemarin dirayakan sebagai International Day of Happiness yang berarti semua makhluk di bumi diingatkan betapa pentingnya kebahagiaan. Karena saya putuskan libur blogging pada Sabtu-Minggu, maka saya posting pada hari ini. PBB sendiri telah menetapkan tanggal 20 Maret tiap tahun sebagai Hari Kebahagiaan Internasional sejak 2012.

Tentunya kebahagiaan bukan sekedar wacana apalagi hanya cita-cita. Kebahagiaan adalah cara kita menikmati hidup ini sehingga wajar jika kebahagiaan patut dirayakan mengingat mungkin ada sebagian orang yang lupa bagaimana rasanya berbahagia.

Hal menarik yang baru-baru ini saya baca dalam majalah berbahasa Jerman di sini adalah tentang hal-hal yang membuat bahagia berdasarkan survei yang dilakukan YouGov. Survei ini dilaksanakan oleh SINUS Institut.

Survei dirilis tahun 2019 yang menyebutkan hanya 66% orang-orang Jerman yang berbahagia dari 2.026 orang dewasa yang disurvei. Data lain menyebutkan ada 2 dari 3 orang Jerman yang berbahagia.

Detil yang menarik adalah hal-hal apa saja yang membuat mereka bahagia. Tentu indikator ini tidak bisa digeneralisasikan. Peringkat pertama adalah kesehatan (51%) karena bagaimana pun kesehatan begitu penting bagi masyarakat di sini. Siapa pun yang tinggal di Jerman harus punya jaminan kesehatan. Kesehatan adalah investasi bagi siapapun.

Kemudian dari beberapa indikator yang terbesar ternyata kecukupan uang sekitar 25% yang menempati urutan terakhir. Urutan di atasnya adalah pasangan hidup yang cocok dan baik, sekitar 32% dilanjutkan urutan dukungan keluarga sekitar 31%.

Dari sini saya tidak menyimpulkan, hanya saja berpendapat bahwa kesehatan itu menjadi kunci bagaimana seseorang bisa berbahagia. Kesehatan itu mahal harganya. Ini bukan pepatah saja, melainkan kenyataan.

Survei di atas dilakukan sebelum Pandemi berlangsung sehingga faktor kesehatan saya pikir tetap menempati urutan pertama selama Pandemi seperti ini.

Apa yang membuat Anda berbahagia di hari Senin?