Martaki: Gelang di Tangan Menandai Awal Musim Semi di Yunani

Seorang teman baik yang sedang menjalin hubungan asmara dengan pria asal Yunani memperkenalkan tradisi Martaki ini. Ceritanya yang menarik ini membuat saya ingin membagikannya pada Anda. Apalagi teman saya ini memang sedang memakai gelang Martaki tersebut.

Seperti yang Anda lihat dalam foto yang disertakan, itu adalah Mattaki dengan benang merah putih yang dipilin. Itu adalah buatannya sendiri dengan sang calon ibu mertua. Gelang Martaki ini menjadi kebiasaan kuno orang-orang Yunani sebagai penanda awal musim semi. Informasi lain menyebutkan bahwa gelang Martaki disematkan ketika awal masa pra-paskah, di mana sebagian besar masyarakat Yunani menjalani ritual Kristen Ortodoks.

Dengan kehidupan orang-orang Yunani yang sudah ada lima ribuan tahun lalu, rasanya aneh jika mereka tak punya tradisi khusus bahkan untuk menandai musim semi atau juga menjelang masa Paskah Kristen. Gelang Martaki wajib dipakai di bulan Maret sebagai pemberi keberuntungan, kata orang-orang Yunani yang mempercayainya.

Kata Martaki sendiri berasal dari kata “Martios” yang berarti bulan Maret sehingga gelang Martaki sudah dikenakan pada anak-anak dan perempuan selama bulan Maret. Tentu warna merah dan putih memiliki makna khusus sehingga mereka memilinnya menjadi gelang.

Warna merah memberi simbol gairah, vitalitas, cinta, kemenangan dan keberanian. Sedangkan warna putih berarti kemurnian, kepolosan, kesederhanaan, dan kehidupan.

Mitos lain menjelaskan bahwa warna merah dan putih melambangkan pipi yang berwarna putih bersemu kemerahan karena sengatan matahari. Pendapat lainnya menyebutkan gelang Martaki merah dan putih melindungi pemakainya dari teriknya matahari setelah musim dingin berakhir.

Dahulu katanya nih, memiliki kulit yang terbakar matahari bukanlah standar kecantikan. Konon para leluhur di sana berpesan agar orang tua menyembunyikan anak-anak terutama perempuan dari matahari agar kulitnya tidak terbakar.

Meski gelang Martaki tampak terkesan simbol feminitas, tetapi kini tradisi pemakaian gelang Martaki menjadi simbol unisex. Siapa saja bisa memakai gelang Martaki. Itu sebab gelang Martaki biasa dikenakan di tangan orang-orang Yunani sebagai penanda keberuntungan.

Saya yang mendengarkan ceritanya plus mencari tahu tradisi Martaki ini menjadi terkesan bahwa kearifan lokal membuat kita kaya. Bahwa ini bukan mitos atau takhayul, melainkan bagaimana tradisi membuat kita semakin mengenali darimana kita berasal.

Kearifan lokal apa yang Anda ingat dari Indonesia? Pastinya banyak. Jangan pernah malu untuk mengakuinya!