Sakura, Bunga Cantik dan Filosofinya yang juga Tumbuh di Jerman

Bunga sakura menjadi salah satu bunga yang identik dengan negara Jepang. Tampilannya yang cantik menghiasi awal musim semi di Jepang. Bahkan orang-orang yang ingin melihat penampakannya dan ingin berfoto memang wajib datang di sekitar akhir Maret dan April saat bunga sakura itu muncul. Namun bunga sakura bermekaran berbeda-beda tiap region di Jepang, meski umumnya di awal musim semi.

Motif bunga sakura mudah dijumpai dalam berbagai budaya Jepang, seperti dekorasi tempat makan/minum, benda sehari-hari di rumah, hiasan dinding, seni moderen bahkan manga atau anime pun kerap bermotif sakura. Bagi orang Jepang, mekarnya bunga sakura memberi kesan dan nostalgia tersendiri.

Tak perlu jauh terbang ke Jepang lagi untuk melihat bunga sakura, kata suami. Bunga sakura nyatanya ada di Jerman, di sekitar saya pula. Saya sendiri pernah melihat postingan viral bunga sakura yang bermekaran di Bonn, tetapi saya tidak ingin berkendara ke Bonn hanya untuk itu. Bunga sakura ini tumbuh liar di sekitar saya juga kok.

Di Jerman bunga sakura disebut “japanischen Kirschblütenbäume” atau cukup Kirschblüten, kata ibu mertua yang menunjukkannya pohon ceri yang tumbuh liar di belakang rumah beberapa tahun lalu. Mudahnya bunga sakura adalah pohon ceri yang sedang berbunga dan tidak ada yang istimewa seperti bagaimana orang-orang Jepang punya tradisi dan filosofi tersendiri.

Seorang pujangga Zen sekaligus Biksu menyebut sakura sebagai simbolisme “Pathos of things” yang ditulis dalam aksara Jepang seperti ini 物の哀れ atau dibaca Mono no Aware. “Potong pohon ceri tersebut, Anda tidak akan menemukan bunganya” begitu kata Pujangga yang hidup di abad 14 tersebut. Bunga sakura begitu terkenal di Jepang karena simbol dari filosofi yang dikandungnya, kefanaan hidup.

Di sisi lain saya mencari tahu perihal filosofi bunga sakura ini. Dia mengamini bahwa bunga sakura mendapat tempat istimewa di hati orang Jepang. Pendapat lain menyebutkan bahwa bunga sakura itu identik dengan kecantikan perempuan.

Orang Jepang juga merayakan Festival Bunga Sakura dan berbagai tradisi lainnya saat bunga ini bermekaran. Bagi orang Jepang, bunga sakura mendapat tempat tersendiri karena simbol keyakinan yang dipercayai. Sampai-sampai mereka punya lagu rakyat tentang sakura saat sakura bermekaran. Anda juga perlu tahu bahwa tiap 27 Maret dirayakan sebagai Hari Bunga Sakura sejak tahun 1992.

Kembali ke Jerman, bunga sakura itu tak lebih dari bunga-bunga lain yang tumbuh liar di sekitar saya. Mungkin Jerman adalah negeri empat musim sehingga pohon ceri ini tumbuh normal seperti pohon ceri lainnya di Jepang. Bunganya begitu halus, bahkan saat angin kencang bunganya mudah terbang.

Kami sekarang sudah tidak punya pohon ceri lagi. Kami sudah menebangnya. Namun saya masih menemukannya di pinggir jalan lainnya. Begitulah pohon ceri dengan bunganya yang cantik, yang disebut sebagai sakura.

Bagaimana menurut Anda?