5 Cara Tingkatkan Self Worth

Ketika pandemi melanda dunia, banyak orang harus “berhenti” sesaat dari kesibukan dunia yang menggiurkan. Pesona dunia seperti pangkat, jabatan, status sosial, popularitas uang telah membuat banyak orang berpikir ulang tentang artinya kesehatan jiwa. Semua berhenti dan menjalani pencarian di dalam, bukan di luar rumah.

Itu pula yang membuat sebagian orang bingung dengan istilah “Self Worth” dan “Self Esteem” yang sama-sama mengacu pada pencarian makna bahwa diri sendiri begitu berharga. Saya sendiri telah menjelaskan bahwa pandemi bukan berarti kita merenung dan mencari kebahagiaan melainkan dengan cara bahagia kita mencari maknanya selama pandemi.

Nah, Self Worth berarti bagaimana kita merasa cukup baik, layak dicintai dan dihargai oleh orang lain yang semuanya berasal dari keyakinan diri sendiri. Sedangkan Self Esteem adalah nilai perasaan berharga itu berasal dari faktor eksternal dan seringkali tidak konsisten.

Oleh karena itu, berikut adalah 5 meningkatkan Self Worth bagi Anda yang masih perlu melakukannya:

1. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini

Sejak saya belajar ilmu Psikologi saya selalu mengingat bahwa kepribadian tiap orang itu unik. Saya sering menuliskan betapa saya dan Anda pasti berbeda. Bahkan saya menegaskan sekali lagi, orang kembar sekalipun mereka adalah dua pribadi yang berbeda.

Di dunia ini mungkin ada orang yang lebih pintar dari saya. Ada orang yang mungkin lebih cerdas dari saya. Ada orang yang lebih rupawan dari saya. Ada orang yang lebih hebat dari saya. Namun, di dunia ini tidak ada orang yang sama seperti saya.

Hanya saya seorang, termasuk orang yang tidak sempurna. Jadi tidak ada orang yang seratus persen sempurna dalam hidupnya. Percayalah, bahwa dunia ini pun tidak sempurna. Tiap dari kita begitu berharga.

Baca: No One But You. Be Unique!

2. Kenali diri sendiri dan berhentilah menuntut terlalu keras

Pengaruh pola asuh terkadang berpengaruh bagaimana kita tumbuh, termasuk misalnya kamu harus lebih pintar atau lebih hebat dari si A. Mungkin pesan orang tua tersebut baik untuk memotivasi kita, tetapi itu membuat kita merasa buruk sehingga kita bersikap keras pada diri sendiri.

Siapa yang mengenali diri sendiri kalau bukan kita sendiri. Kita yang tahu batasan-batasannya. Kalau saya kerja berlebihan dan lupa makan, itu salah siapa? Salah pekerjaan? Salah bos? Salah waktu? Itu kesalahan diri yang tidak membuat batasan dan menuntut terlalu keras pada diri sendiri.

Membuat batasan itu bukan berarti Anda egois. Mengenali diri sendiri dan berkata “Tidak” atas semua permintaan adalah cara menunjukkan bahwa sendiri begitu berharga. Anda menghargai orang lain sama baiknya menghargai diri sendiri. Itu adalah normal.

Baca: 5 Alasan Perlu Berkata “Tidak” pada Permintaan Orang lain

3. Terima kesalahan sebagai pertumbuhan diri

Saya belajar bagaimana nilai-nilai pengampunan dari orang tua saya. Mereka tidak segan menyampaikan maaf ketika mereka salah. Mereka bisa bersikap baik dan menolong orang lain yang bersikap jahat kepada mereka. Dari situ saya mengerti bahwa hidup sejatinya adalah proses bertumbuh dari kesalahan.

Kesalahan adalah cara kita mengenali bagaimana seharusnya menjadi benar dan lebih baik. Kita boleh malu dan harus menyesal atas kesalahan yang diperbuat, tetapi kita harus bangkit untuk melanjutkan hidup. Move On itu wajib agar kita tidak terbelenggu oleh kesalahan.

Kita barangkali lupa bagaimana orang-orang memuji prestasi kita, tetapi kita kerap ingat dan tak bisa lupa bagaimana kesalahan itu terjadi. Ingatlah bahwa kesalahan adalah cara kita berproses menjalani hidup dan menghargai diri sendiri. Kesalahan itu wajar, yang tidak wajar adalah mereka yang tidak belajar dari kesalahan tersebut dan merasa paling benar.

Baca: Jadilah Bijak Usai Berbuat Kesalahan

4. Hentikan sikap untuk selalu menyenangkan orang lain

Siapa pun senang berteman dengan orang baik. Namun bukan berarti orang baik adalah orang yang selalu bisa menyenangkan tiap orang. Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan orang lain. Mengapa? Karena standar kepuasan tiap orang itu berbeda.

Ada satu kisah bijak yang akan selalu saya ingat. “Lalu apa yang sebaiknya saya lakukan?” tanya seorang kepada guru bijak. Sang guru pun menjawab, “Dunia terasa baik maka kamu akan bersikap baik. Atau, kamu melakukan yang baik maka dunia juga akan baik padamu.” Jadilah diri sendiri! Tak usah menyusahkan diri dengan menyenangkan hati semua orang.

Baca: Mengapa Kita Tidak Bisa Menyenangkan Orang Lain?

5. Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Kehadiran media sosial membuat semakin banyak orang jengah melihat tampilan dunia maya yang belum tentu sebenarnya terjadi di dunia nyata. Bagaimana mungkin orang tampak sempurna di media sosial hanya karena kita tidak bisa bersikap bijak memanfaatkan media sosial. Sekali lagi, validasi yang sehat bukan berasal dari dunia maya.

Lihat apa yang Anda miliki! Lihat bagaimana Anda mensyukuri itu semua! Berhentilah membandingkan apa yang menjadi kepunyaan orang lain karena itu tak akan pernah berakhir. Jadilah diri sendiri yang terbaik menurut Anda sendiri!

Baca: Asal Jadi Diri Sendiri, Tak Perlu Takut Salah Jalan

Kesimpulan

Lagi-lagi saya tidak menggurui tetapi menjelaskan berdasarkan pengalaman. Saya yakin Anda bisa lebih baik dalam meningkatkan Self Worth yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sadari, jangan pernah tunggu sempurna untuk berubah!