Baumwipfelpfad Bayerischer Wald, Sensasi Berada di Puncak Pohon

Den Baumwipfelpfad Bayerischer Wald tampak kiri. Kanan adalah jalur beralas kayu.

Hari ini adalah hari libur di Bavaria yang disebut Christi Himmelfahrt atau biasa disebut di Indonesia adalah Hari Raya Kenaikan Yesus ke Surga. Nah pada hari ini sebagian besar orang-orang di sini menyebutnya sebagai Hari Ayah atau Vatertag. Berkenaan dengan hari libur, saya ajak Anda berkunjung ke Taman Nasional yang luasnya sekitar lebih dari 100 kilometer yang berisi cagar alam negara yang saya tempati sekarang.

Selain itu, tempat wisata ini termasuk dari sepuluh aktraksi turis yang wajib dilakukan bila berkunjung ke Bavaria, Jerman. Postingan 10 tempat wisata wajib di Bavaria, Jerman bisa Anda simak di link yang ditautkan. Bagaimana pun Bavaria memiliki luas terluas pertama dari 16 negara bagian Jerman, dengan 36 persen merupakan hutan.

Bayerischer Wald atau ada yang menyebutnya Bayerwald merupakan satu dari sepuluh lokasi kunjungan turis yang ingin datang ke Bavaria. Mengapa? Kawasan cagar alam ini sebenarnya bentuk kepedulian penduduk di sini untuk keberlangsungan hutan dan alam agar tidak dijajah oleh kepentingan industri atau monopoli sebagian orang. Ide ini sudah tercetus sejak tahun 1930, bahkan sebelum Perang Dunia kedua.

Sepanjang jalur disuguhi infografis yang edukatif dan aktraktif.

Nah lebih lengkap cerita saya tentang Bayerischer Wald akan dibuat terpisah karena area jelajah yang luas. Disamping itu ada banyak spot yang bisa diceritakan. Taman Nasional ini berada di dekat perbatasan negara Jerman – Ceko sehingga banyak papan informasi yang bertuliskan dalam Bahasa Jerman, Bahasa Inggris dan Bahasa Ceko.

Karena berdekatan dengan Ceko, secara geologis dan geomorfologis maka kawasan ini termasuk dalam Hutan Bohemia. Pembedaan batasnya telah dibualat sejak tahun 1830. Wilayah ini sendiri masuk dalam Keuskupan Passau dan Keuskupan Regensburg. Selain itu kebiasaan orang Jerman berpetualang ke alam seperti Waldeinsamkeit memberikan peluang untuk perlunya cagar alam yang dilindungi.

Suasana hutan alam yang khas dan cocok jadi wisata keluarga.

Semua informasi dan sejarah yang membentuk Taman Nasional ini bisa kita temukan di Besucherzentrum Hans-Eisenmann-Haus yang akan diceritakan terpisah.

Nah merujuk ke Rumah Pohon yang disebut Den Baumwipfelpfad adalah kunjungan ke salah satu bagian Bayerischer Wald yang ramah anak-anak dan tersedia fasilitas untuk orang-orang yang menggunakan kursi roda. Artinya meski tampak kayu tetapi bangunan ini aman dan bisa dilewati oleh kereta bayi dan kursi roda.

Kiri adalah tampak kejauhan. Kanan adalah bagian dalam dengan ketinggian 20-25 meter.

Total petualangan di sini mencapai 1.250 Meter dengan ketinggian sampai 20-25 Meter. Sebagai pengunjung kita membayar tiket masuk yang dibedakan untuk orang dewasa, mahasiswa dan anak-anak. Oh ya, untuk parkir mobil dihitung per jam 1€ atau maksimal 5€ untuk sepanjang hari.

Petualangan dimulai dengan menyaksikan keindahan alam sekitar berupa pohon-pohon sekitar yang banyak didominasi pohon cemara. Selain itu di sejumlah titik tersedia berbagai informasi tentang satwa yang hidup di situ dalam infografis yang menarik pengunjung, terutama anak-anak. Kurang lebih petualangan mencapai sekitar 90 menit.

Jika hujan petir diharuskan turun atau tidak berada di puncak. Perhatikan larangan seperti tidak membuang sampah, dilarang merokok, menggunakan sepatu roda hingga tidak membawa binatang peliharaan.

Hal ini menyenangkan anak-anak untuk menjelajah tempat dan mengetahui lebih banyak tentang satwa. Tersedia juga ruang duduk yang terbuat dari kayu. Sepanjang perjalanan kita bisa merasakan sensasi berada di atas pohon yang aman. Ada rasa bahagia ketika kita bersentuhan dengan alam sebagaimana sudah sering diteliti oleh para ahli.

Jika datang di musim panas tak terbayang penuhnya orang yang datang, sehingga kami putuskan datang di musim lainnya. Ternyata suhu udara lebih dingin dan angin membuat saya menyarankan Anda perlu membawa jaket juga mesti musim panas. Gunakan alas kaki nyaman karena jalur yang dilewati terbuat dari kayu.

Kiri adalah jalur keluar dan Hans-Eisenmann-Haus. Kanan adalah fasilitas untuk pengguna kursi roda.

Di puncak kita disuguhi keindahan alam sekitarnya, termasuk informasi kilometer lokasi yang ada di Jerman. Misalnya Anda bisa menyimak sekitar 38 Kilometer ke Passau atau 168 Kilometer ke München. Tak hanya lokasi di Jerman, terdapat juga arah lokasi Budweis, salah satu kota di negara Ceko sejauh 74 Kilometer.

Berpetualang di puncak pohon dengan fasilitas aman seperti ini menjadi pilihan keluarga, terutama anak-anak untuk mengenalkan kecintaannya pada alam. Seperti ide awal munculnya Taman Nasional Bayerwald ini: “Die Natur Natur sein lassen” yang diterjemahkan menjadi: Biarlah alam hidup sebagaimana wajarnya.

Petualangan kami berakhir di restoran yang berlokasi di dekat pintu keluar. Berhubung sudah lewat jam makan siang, kami berhenti sejenak menikmati santapan di restoran yang tersedia. Selebihnya tersedia informasi Hans-Eisenmann-Haus yang memuat profil dan sejarah Taman Nasional ini.

Bagi pecinta petualang alam dan hutan ada banyak pilihan petualangan bisa dimulai. Tersedia papan informasi petunjuk yang jelas berikut berbagai lokasi yang menawarkan pengalaman berbeda-beda. Pastinya simak cerita saya lainnya tentang Bayerischer Wald.