Makanan Khas Asia (87): Shumai Isi Udang

Istilah Shumai saya kenal dari kenalan asal Tiongkok yang studi di sini. Saya mengatakan padanya saya mengenali jenis makanan yang sama, tetapi kami di Indonesia menyebutnya siomay atau somay. Kami pun berdua tertawa bahwa nama itu terdengar mirip, sehingga bisa saja nama yang berbeda tetapi merujuk pada makanan yang sama.

Kenalan saya ini kemudian menuliskan Shumai dalam aksaranya “烧卖” yang kemudian dibaca shumai. Isiannya bisa bermacam-macam tergantung selera karena shumai juga sejenis dumpling juga.

Kebanyakan orang memakan Shumai isian babi sehingga ditulis begini 叉烧包 tetapi ada pula Shumai isi jamur shitake misalnya. Jadi kembali lagi pada selera masing-masing. Teman saya ini biasa juga membuat Shumai di rumah sehingga kami bisa belajar bersama. Menurut saya, resepnya mirip.

Anda bisa melihat resep Shumai buatan saya seperti Shumai ikan dan Shumai udang pada link yang ditautkan. Shumai isi udang ini ditulisnya begini 虾饺 dalam aksaranya. Menurut saya, bahan dan resepnya mirip sekali.

Pembuatannya pun tetap dikukus, seperti dim sum. Bahkan kami meletakkan Shumai di bambu sajian dim sum. Boleh dibilang Shumai ini adalah salah satu dumpling dari Tiongkok yang juga sering menjadi sajian buat tamu. Shumai menghiasi meja makan sambil kita bisa mengobrol satu Sama lain.

Saat saya mencicipi Shumai dengan saus sambal, kenalan saya ini tertawa. Menurutnya, saus yang diperlukan untuk Shumai adalah soja sauce, sama seperti kecap tetapi tidak manis dan tidak kental. Kita di Indonesia terbiasa menikmati siomay atau somay dengan saus sambal dan kecap.

Sejak ada supermarket di kota kami, ini sangat menolong kami mendapatkan bahan baku untuk berbagai penganan dari Asia. Seperti Shumai ini yang juga digemari berbagai kalangan dan tersedia di supermarket ini.

Apakah Anda suka makan somay/siomay atau Shumai juga?