Angkutan Umum Tanpa Supir? Ide Inovatif di Jerman Berikut yang Bisa Ditiru

Autonome Bus yang jadi ide inovatif angkutan umum masa depan.

Negeri yang saya tempati ini memang dikenal sebagai produsen mobil dunia. Sejumlah merek mobil ternama merupakan keluaran negara ini. Tentu saja waktu terus membawa inovasi sesuai modernitas kehidupan.

Atas dasar berita yang berseliweran tentang kendaraan umum tanpa supir yang saya baca di portal berita di Indonesia, saya pun penasaran. Bad Birnbach tak asing bagi saya. Banyak pula turis datang hanya untuk menjawab rasa penasaran bus tanpa supir ini.

Baca: Tiket 9€ Bisa Berkeliling Jerman

Salah satu lokasi di Bad Birnbach perhentian Autonome Bus.

Inovasi yang kali ini dibicarakan adalah angkutan umum tanpa supir yang beberapa tahun belakangan ini diterapkan di sejumlah kota percontohan seperti Bad Birnbach.

Bad Birnbach baru dikenal sebagai area wisata permandian air panas atau Thermalbad sejak 1987. Orang-orang seluruh Jerman bisa menikmati Wellness Holidays tanpa perlu berpergian keluar negeri.

Baca: Dalam Kereta di Jerman Tersedia WLAN

Bus sedang melaju menjemput dan mengantar penumpang.

Angkutan umum tanpa supir ini bisa ditemukan di Bad Birnbach dengan rute yang sudah ditentukan. Angkutan tersebut mangkal di area tertentu dan digerakkan melalui aplikasi pesanan penumpang.

Proyek ini berlaku di negara bagian Bavaria yang dikenal dengan “Autonome Busse” sudah dilaksanakan sejak 2017 yang dikelola oleh Deutsche Bahn, perusahaan angkutan umum Jerman.

Baca: Kereta Api Terlambat, Dapat Kompensasi

Informasi petunjuk halte Autonome Fahrzeug di Bad Birnbach.

Bus ini hanya berkecepatan 20 km/jam dan menggunakan listrik. Meski sebenarnya kendaraan ini tanpa supir tetapi sesuai aturan hukum harus ada petugas dari Deutsche Bahn yang mengontrol kinerjanya.

Petugas ada di dalam bus tetapi tidak menyetir karena memang tak ada kursi supir apalagi stir mengemudi. Kendaraan berjalan lambat dan benar-benar memperhitungkan kondisi di depan kendaraan.

Kendaraan ini bisa mengenali berdasarkan sensor terhadap apa yang ada di depannya sehingga bisa berhenti mendadak. Kendaraan ini bekerja sesuai pesanan penumpang dari satu halte ke halte lainnya.

Baca: Kereta Polybahn di Swiss, Tanpa Masinis

Sementara waktu bus ini masih tersedia secara gratis dan dipesan melalui aplikasi yang disediakan Deutsche Bahn. Dari aplikasi menunjukkan perkembangan bus ini diterima masyarakat sebagai inovasi yang positif untuk masa depan.

Setelah lima tahun diluncurkan tentu berbagai inovasi dilakukan agar bus tanpa pengemudi ini bisa menjadi pionir angkutan massal yang menjanjikan bagi yang membutuhkan.

Hmm, kini beberapa profesi pekerjaan sudah mulai dikurangi seiring kemajuan teknologi. Bukan tidak mungkin Autonome Busse bisa menjadi catatan sejarah dimulainya angkutan massal tanpa supir.

Bagaimana menurut Anda?