Ceko (12): Bermula dari Bea Tol Sampai Menikmati Pasar Rakyat Setelah Winter

Kiri: Bea Tol yang bisa dibeli spontan di Toko Euro Oil. Kanan: Sosis Klobàsa original yang dipanggang.

Cerita kunjungan ke Ceko beberapa waktu lalu dilanjutkan kembali dengan melipir ke kota yang jaraknya sekitar 70 kilometer dari Praha. Kami menempuh kendaraan pribadi dari Jerman sehingga kami harus membayar Vignette atau bea tol karena arah tujuan kami ke Praha dan sekitarnya.

Ini bukan kali pertama kami membeli Vignette di toko perbatasan, tidak membeli secara online. Pasalnya toko perbatasan yang menjual bahan bakar dan sovenir bebas pajak itu tidak melayani penjualan Vignette. Vignette hanya tersedia online atau toko yang diwajibkan.

Karena ide perjalanan kami adalah spontan sehingga kami putuskan mencari toko penjualan yang dimaksud. Toko ini biasanya berada di area penjualan bahan bakar tertentu. Ini bukan kali pertama ke Ceko. Vignette tidak diperlukan kalau kami ke Pilsen, tetapi tujuan Praha maka perlu Vignette.

Baca: Mengunjungi Pilsen, Tak Hanya Kota Bir

Area hiburan di pasar rakyat.

Dengan sedikit drama, kami mencari lokasi toko yang dimaksud sementara hari kami berpergian adalah hari libur untuk kedua negara. Vignette dijual dengan harga bervariasi. Informasi harga di internet dengan harga realita berbeda. Apa boleh buat daripada kembali lagi ke Jerman, kami putuskan membelinya.

Mata uang Ceko bukanlah Euro, tetapi karyawan toko membolehkan kami membayar dengan Euro. Kami mendapatkan uang kembalian Koruna Ceska. Bentuk Vignette bukan stiker seperti umumnya. Kami pun melanjutkan perjalanan.

Baca: Jajanan Kue Gulung Manis Dari Ceko

Aneka sosis dan keju.

Kota tujuan kami adalah Kutnà Hora yang merupakan kota indah dan bersejarah. Ini bisa menjadi pilihan Anda berwisata selain Kota Praha. Di sini terdapat tempat yang unik dan membuat penasaran orang-orang di seluruh dunia. Cerita tentang tempat tersebut, saya tulis terpisah.

Pusat kota Kutnà Hura masuk dalam warisan dunia UNESCO. Sistem jalan dan alun-alun kota telah ada sejak Abad Pertengahan yang masih terpelihara hingga sekarang. Pilihan jalan setapak di sepanjang Sungai Vrchlice bisa Anda coba. Namun kali ini kami datang ke alun-alun kota yang sedang ramai pasar rakyat.

Baca: Ada Rendang dan Bakso di Praha

Mau pilih makanan ringan (kiri) atau makanan berat (kanan).

Alun-alun kota berada di dekat Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga yang akan diceritakan pada saat bulan Agustus nanti. Gereja menarik ini memiliki kubah yang disebut “topi bohemian” dan tangga yang spiral.

Katedral, yang ada dalam daftar UNESCO, dibangun pada pergantian abad ke-13 dan ke-14. Pada pergantian abad ke-17 dan ke-18 itu direkonstruksi dalam gaya Barok-Gotik Jan Blažej Santini-Aichl, yang menggunakan elemen konstruksi mandiri yang unik di dunia – kubah yang disebut “topi Bohemian” dan tangga spiral.

Aneka manisan seperti di Jerman.

Di sekitar situ terdapat berbagai penjualan makanan, area hiburan untuk anak dan keluarga serta penjualan kebutuhan rumah tangga. Salah satu jajanan yang saya beli adalah Schaumrollekuchen yang pernah diceritakan. Namun sesungguhnya masih banyak lagi jajanan manis yang tersedia di sana.

Baca: Jajanan di Pusat Kota Praha

Masalahnya pembayaran hanya menerima mata uang lokal sehingga kami urung membeli banyak. Suami sempat membeli roti dan sosis panggang yang tampak menggoda. Terdapat juga berbagai kuliner berat seperti di Jerman.

Kami datang di hari libur keagamaan yang juga terjadi di Jerman dan Ceko. Tampak banyak warga lokal memadati alun-alun apalagi musim Winter sudah berakhir. Warga tak lagi memakai masker dan alun-alun dipenuhi keramaian keluarga.

Begitulah cerita kami yang melipir ke negeri tetangga saat libur tiba. Jika di tempat kami tak ada supermarket buka, sementara supermarket di Ceko tetap buka.