Makanan Khas Jerman (99): Rührei mit Schinken atau Kartoffelpfanne mit Schinken

Tak terasa saya sudah mengumpulkan aneka kuliner negeri yang ditempati sekarang hingga mencapai 100 posting. Tentu perjalanan menulis dan mencari tahu tentang makanan tersebut bukan perkara mudah. Terkadang saya mempraktikkannya atau membelinya, kali lain saya bertanya pada orang yang tepat.

Begitulah cerita saya tentang kuliner dari negeri sosis dan roti yang tiada duanya tersebut. Untuk menggenapi Postingan yang ke-100, saya akan membahas Schinken yang bagi kebanyakan orang di Indonesia menyebutnya daging ham. Ini bisa dimakan langsung atau bisa diolah menjadi menu makanan baru.

Schinken atau daging ham itu tak melulu dari daging babi. Ada pula dari daging sapi atau daging ayam. Jadi kembali ke soal selera si pemesannya. Potongan yang tipis dan persisi sudah cukup untuk disajikan sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam.

Pertama adalah Rührei mit Schinken yang ternyata mudah dibuatnya loh. Bayangkan bahwa ini adalah pesanan menu makan saya di kafe, di salah satu tempat wisata di Jerman. Rührei sebenarnya adalah telur orak-arik dalam Bahasa Jerman.

Untuk membuat Rührei, paling benar adalah gunakan tiga telur ayam, merica dan garam. Kemudian saat mengaduk, tambahkan Schinken yang sudah diiris halus. Gunakan butter untuk memasaknya. Tambahkan potongan roti untuk menikmatinya.

Selanjutnya adalah Kartoffelpfanne mit Schinken yang juga mudah pembuatannya. Kata Kartoffelpfanne untuk menunjukkan kentang yang digoreng dalam Bahasa Jerman. Untuk membuatnya mudah, kentang pertama kali direbus terlebih dulu.

Masak seperti membuat Rührei, hanya gunakan merica, sedikit garam dan masukkan Schinken kemudian. Ini sedikit mirip dengan Rösti, yang menjadi makanan kebesaran di Swiss. Anda bisa tambahkan telur dan bawang bombay sesuai selera.

Mana yang ingin Anda coba?