CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

 

Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah dimuat pada 3 September 2017.


Anak: Ayah, mengapa aku harus mengikuti keinginan ayah?

Ayah: Karena aku adalah ayahmu, sayang. Aku tahu apa yang kau butuhkan untuk masa depan.

Anak: Masa depan seperti apa, Ayah?

Ayah: Ayah ingin kau menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Jadi saat ini terpaksa kau harus mengikuti keinginan ayah. Ayah akan membentukmu menjadi pribadi yang indah, unik dan berguna banyak orang.

Anak: Sebenarnya aku ingin tumbuh liar sesuka hati. Aku ingin hidup bebas.

Ayah: Itu juga baik, sayang tetapi ada kala hidup itu juga perlu terikat dan penuh keterpaksaan agar tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa.

Anak: Apa maksud, Ayah?

Ayah: Kau tahu pohon bonsai ‘kan? Sesungguhnya bonsai bisa saja tumbuh bebas, tetapi bonsai yang demikian tak menarik. Akhirnya pencinta bonsai memaksa bonsai tumbuh sebagaimana yang dikehendaki, kadang diikat, digunting dan diperlakukan sebagaimana yang diinginkan sang pencintanya. Dengan demikian, bonsai terlihat indah. Kau tahu ‘kan bonsai tak seperti bunga lain yang harus disiram setiap hari karena bonsai tumbuh kuat dan mampu menyimpan air lebih lama. Bonsai juga mampu hidup lebih lama dibandingkan yang lain.

Anak: Aku mengerti Ayah!

Ayah: Nak, aku mengasihimu. Aku ingin kau tumbuh jadi pribadi yang indah dan kuat kelak, meski sekarang aku sedikit memaksamu seperti yang aku inginkan.

Anak pun mengerti dan memeluk ayahnya. Kata anak, “Aku juga menyayangimu, Ayah.”

****

Sebagai seorang anak perempuan terkadang kita tidak memahami apa yang dikehendaki seorang ayah dalam hidupnya.

Menurut anak, itu adalah bentuk paksaan namun bagi seorang ayah, itu adalah bentuk kasih sayang.

Bagaimana pun seorang ayah ingin agar anaknya kelak menjadi pribadi yang kuat dan masa depan yang indah

#Happy Weekend#