Makanan Khas Asia (91): Yaoutio, Chinese Fried Breadsticks

Breadsticks dengan gula halus campur bubuk kayu manis.

Makanan berikut semula saya pikir adalah cakwe, tetapi sebenarnya ini adalah makanan dari negara tirai bambu.

Cakwe yang saya kenal dulu adalah jajanan street foods yang biasa dibeli sepulang sekolah. Cakwe yang dikenal teksturnya lembek dan saus asam manis.

Rasanya enak dan harganya murah sudah membuat saya puas saat masih anak-anak.

Berulang kali saya tegaskan migrasi kuliner terjadi dari perkenalan saya dengan aneka makanan yang dijumpai saat traveling.

Apalagi negara yang saya tempati telah mengenalkan saya aneka kuliner yang beragam. Seperti makanan yang saya sebut cakwe ini, yang sejatinya berasal dari negeri tirai bambu.

Dicampur dengan bubur ayam seperti cakwe pun enak.

Makanan ini disebut Youtiou yang ditulis dalam huruf aksara sebagai berikut 油条. Begitu rasa penasaran saya pada makanan ini dan meminta teman menuliskannya.

Rasanya sebenarnya tawar sekali, tidak ada rasa manis atau asin. Ini seperti gorengan yang saya kenal.

Teman saya menjelaskannya dalam Bahasa Inggris sebagai “Chinese Fried Breadsticks” karena asalnya memang dari negeri Tiongkok.

Makanan ini memang harus digoreng dalam minyak goreng yang panas untuk bisa dinikmati. Seperti donut memang, tetapi bentuknya panjang.

Mengapa saya sebut donut? Bahan yang digunakan pun mirip. Itu sebab ada yang menyebut lainnya sebagai donut dari negeri tirai bambu.

Karena pembuatannya mirip donut, ada julukan lain yang menyebut makanan ini adalah ‘kerupuk’ karena digoreng dalam minyak panas seperti krupuk umumnya.

Buat pecinta gorengan, Youtiou wajib dicoba. Saya mencobanya dengan bubuk kayu manis dicampurkan gula halus, seperti Churros memang. Adonan ini biasa dikreasikan sesuai selera pecintanya juga.

Sebagaimana cerita kenalan saya bahwa gorengan Youtiou biasa dinikmati sebagai sarapan pagi.

Aha! Saat dijelaskan seperti itu, pikiran saya pun langsung merujuk ke bubur ayam yang kadang diselipi cakwe kalau saya memesannya di Jakarta..

Youtiou dengan rasanya yang tawar bisa dicampurkan dengan bermacam kreasi sesuai selera seperti sup, bubur, susu dan lainnya.

Jadi bagaimana cakwe bisa sampai ada di Indonesia? Tentu ada kaitannya bagaimana makanan ini memiliki kemiripan.