Kürbisfest: Festival Musim Gugur yang Identik dengan Labu Kuning di Jerman

Merayakan atau tidak Halloween di Jerman tetapi orang-orang di sini punya tradisi tersendiri. Saya sendiri sudah pernah menjelaskan mengapa labu kuning dan keterkaitannya dengan musim gugur.

Perayaan orang-orang Amerika dengan labu kuning kerap menghiasi penghujung akhir bulan Oktober. Bagi orang-orang di sini labu kuning memang menghiasi ragam kuliner di restoran pada bulan September-Oktober.

Bahkan kemarin ketika ada pesta ulang tahun, ada juga pilihan makanan yang terbuat dari labu kuning yang semula biasa terbuat dari kentang. Sayangnya saya lupa mengabadikannya.

Baca: Keterkaitan Labu Kuning dengan Hallowen

Akhir pekan ini ketika saya berkunjung ke suatu kota di sini, saya mendapati Kürbisfest di malam hari. Anak-anak dan orang dewasa tampak membawa obor sambil berjalan ke pusat kota menuju gereja di kota tersebut.

Tradisi Kürbisfest tersebut bisa disebut Laternenfest karena tiap orang membawa obor di tangan mereka.

Tradisi ini biasanya dilakukan jelang musim dingin. Yups, hari minggu lalu sudah diberlakukan waktu musim dingin. Artinya ada perbedaan waktu 6 jam antara Indonesia dengan Jerman.

Nah Kürbisfest memiliki beragam cara orang-orang di sini merayakannya. Sebut saja orang-orang mulai menyajikan kuliner dari labu kuning hingga pasar yang menjual labu kuning itu sendiri karena terjadi panen labu kuning pada masa ini.

Itu sebab tradisi Halloween pun identik dengan labu kuning. Plus tradisi ini bukan hanya milik orang-orang Amerika saja, konon tradisi labu kuning telah ada sejak bangsa Celtic yang tinggal di Eropa merayakannya.

Baca: Süßes oder Saures di Jerman

Festival labu kuning atau Kürbisfest tercatat pernah ada di Jerman pada tahun 800 Masehi di mana orang-orang juga merayakan berakhirnya panen sebagai ucapan syukur. Istilah ini yang kemudian memunculkan tradisi Thanksgiving di negeri Paman Sam.

Tradisi Kürbisfest tidak hanya soal Halloween, dekorasi menyeramkan hingga dekorasi labu kuning saja tetapi bagaimana warga bersyukur atas panen dan kehidupan di musim panas. Tradisi ini juga mendorong warga menikmati hasil panen labu kuning tidak setiap waktu ada, hanya ada di masa ini.

Bagaimana pun tradisi turun menurun tidak hanya dimiliki oleh orang Asia saja, tetapi juga orang-orang di sini yang menandai titik balik lamanya matahari menuju musim dingin. Musim dingin itu begitu dingin, gelap, tak ada warna kehidupan, semua tertutup salju.

Kürbisfest dengan dekorasi labu kuning menandakan keceriaan musim gugur, jelang musim dingin. Ada pula yang menjadikan labu sebagai lampion sehingga bisa menjadi Laternenfest (=Festival Lampion).

Setiap musim ada waktunya. Ada waktu menanam, ada waktu menuai. Ada musim panas, ada waktu musim dingin. Semua sama baiknya.

Selamat datang musim dingin!