Bagaimana Cinta Itu Bermula? Berdasarkan Teori

Pada tanggal 11 November ini sebagian gaya hidup di dunia mengakuinya sebagai Single Day atau secara harafiah disebut sebagai ‘Hari Lajang’.

Namun pendapat lainnya menganggap bahwa banyaknya angka 1 pada hari ini bisa menunjukkan kesetiaan hanya pada 1 orang saja yang dicintai. Jadi kembali lagi pada makna yang berbeda.

Baik Hari Lajang maupun Hari Kesetiaan, orang diingatkan kembali tentang cinta itu sendiri. Cinta itu asal dari semuanya. Cinta itu yang mengingkat bagaimana relasi itu tercipta.

Ngomong-ngomong soal Cinta, ada yang menarik ketika saya membicarakannya secara keilmuan sehingga menyangkut teori yang mendasarinya.

Seperti pendapat John Bowlby yang memandang cinta itu berawal dari keterikatan relasi anak dengan orang tuanya. Opini Bowlby ini yang kemudian menganggap cinta sebagai cinta romantis.

Kalau menelisik teorinya, muncul pengembangan baru bagaimana cinta itu membentuk keterikatan seseorang dengan orang lain sebagai pasangan hidupnya ketika seseorang tidak lagi menjadi anak-anak.

Saya kemudian membaca tentang peneliti yang menelurkan teori keterikatan cinta pada tahun 1987 yakni Hazan dan Shaver. Menurut mereka gaya keterikatan yang membentuk cinta orang dewasa disebabkan pengalaman masa kecil seseorang.

Kalau dulu semasa kecil, kita merasa khawatir, cemas, insecure dan tak percaya pada orang tua yang mencintai kita maka demikianlah relasi saat dewasa. Muncul yang disebut dengan tipe Ambivalen.

Tipe Ambivalen mengisyaratkan bahwa kita sulit mempercayai pasangan. Mereka pada tipe ini begitu insecure kalau pasangan mereka tidak mencintai mereka.

Sebaliknya pada orang-orang yang mengalami relasi buruk semasa kecil dengan orang tua pun menumbuhkan penolakan atau ketidaknyamanan.

Bahkan tipe kedua ini disebut sebagai Avoidant di mana mereka sulit membangun rasa nyaman dan kepercayaan dengan pasangan mereka. Mereka belajar saat masih anak-anak bonding yang tercipta antara mereka dengan orang tua mereka.

Tipe terakhir adalah tipe aman di mana orang tua menumbuhkan rasa aman dan kenyamanan. Mereka tidak merasa takut atau diabaikan karena keterikatan orang tua dengan mereka yang dekat.

Setiap hubungan selalu ada masalah untuk bertumbuh sebagai pribadi yang lebih baik. Hanya saja pengalaman masa kecil mau tidak mau memiliki andil untuk menjadikan seseorang menaruh rasa aman dalam membangun relasi.

Apakah Anda percaya dulu baru menikah atau Anda menikah dulu baru percaya?