Mengapa Natal Membawa Kesedihan Bagi Sebagian Orang?

Hari Raya Natal di Indonesia dengan di Jerman buat saya begitu berbeda. Entah itu suasananya, seperti tidak ada musim dingin apalagi salju saat Natal di Indonesia. Pun kondisi alam membuat itu semakin membedakan.

Natal tahun ini benar-benar menjadi “White Christmas” di tempat tinggal saya. Bayangkan saya jarang sekali mendapati Natal dalam kondisi bersalju dan begitu bersuhu minus. Natal tahun ini seperti yang diimpikan sebagian orang: “I am dreaming of white Christmas…”

Bagi saya yang berasal dari negeri tropis tentu itu sudah membedakan. Jangankan memikirkan baju yang bisa dipakai saat Malam Natal di Gereja, seperti di Indonesia, apapun pakaian yang kita pakai di Gereja tak tampak karena semua dibungkus jaket dan mantel tebal.

Suasana musim dingin memberi suasana yang sendu seperti Christmas Blues yang dirasakan sebagian orang. Sebagai orang yang tinggal ribuan kilometer dari tanah air, ada rasa rindu untuk merayakan kebersamaan seperti dulu.

Bagaimana tidak? Bagi sebagian orang Natal memberikan arti tersendiri untuk merayakan kebersamaan dengan orang yang dikasihi, sementara orang tersebut jauh tinggalnya atau sudah wafat.

Nostalgia Natal semakin membuat sedih ketika kenangan dengan mereka begitu terasa di musim dingin nan minus seperti sekarang. Selain kondisi cuaca yang membuat Blues, lagu-lagu Natal pun semakin memicu kesedihan.

Lagu-lagu Natal tersebut hampir identik disetel dari saya kecil hingga sekarang. Bayangkan bahwa tiap lagu seolah menggiring memori yang sudah tertinggal jauh.

Seharusnya Natal menjadi momen yang syahdu tetapi itu seperti memberi kesedihan ketika kita tidak lagi bersama mereka. Seorang teman mengakui dia baru putus dengan kekasihnya sehingga Natal tentu membuatnya sedih bahwa mereka tak bersama lagi.

Natal yang memberi makna spiritualitas akhirnya terkalahkan dengan kondisi atau situasi yang tak direncanakan seperti sakit atau ditinggal oleh keluarga/orang yang dikasihi.

Lainnya pun mengadu ketika mereka terpaksa harus bekerja saat Natal tiba. Ada sebagian pekerjaan yang memang harus tetap dilakukan demi kemanusiaan atau kepentingan publik. Sebuah risiko pekerjaan yang harus dihadapi.

Ketika Natal adalah momen berkumpulnya keluarga, kemudian momen tersebut tidak bisa dipenuhi seperti lokasi tinggal yang jauh ribuan kilometer atau masalah pertengkaran antar saudara yang tidak terselesaikan.

Sebenarnya kita tidak mencari sukacita atau kebahagiaan Natal, tetapi kita sepatutnya mencari apa makna Natal dalam hidup kita.

Selamat mempersiapkan Hari Raya Natal bagi Anda yang merayakannya!

4 thoughts on “Mengapa Natal Membawa Kesedihan Bagi Sebagian Orang?

  1. Ah, Anna! I perfectly understand these heartbreaking feelings. It’s life.
    I whish you happy holidays. Enjoy your white Christmas! Be strong, healthy and have a wonderful time ! 🎄🎅💗

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s