Mengapa 26 Desember Terhitung Hari Libur di Eropa?

Hari Natal di Jerman menjadi hari besar warga Jerman. Tidak hanya soal tradisi merayakan Natal sebagai hari keagaaman yang dirayakan mayoritas orang-orang di sini tetapi juga menjadi ritual yang sudah dilakukan turun menurun.

Seorang kenalan asal Indonesia tidak merayakan Natal tetapi kebiasaan tinggal di Jerman membuatnya terbiasa menyiapkan dekorasi, hadiah hingga makanan untuk keluarganya. Dia lebih sibuk daripada saya yang merayakannya.

Pada saat Natal di Jerman dikenal istilah pertemuan keluarga atau perayaan bersama keluarga sehingga Natal menjadi momen berkumpul keluarga. Natal tidak hanya libur pada 25 Desember saja, tetapi juga pada hari berikutnya 26 Desember.

Saya pernah berpergian dengan suami di tanggal tersebut di sekitaran negeri tetangga ternyata sebagian besar Eropa itu memberlakukan tanggal 26 Desember sebagai hari libur juga. Lalu pertanyaannya mengapa libur juga?

Dulu pemberlakuan libur Natal di Jerman bahkan hingga 5 hari di abad pertengahan. Bagaimana pun Natal lekat menjadi perayaan keluarga (=Familienfeiern) di seluruh dunia sehingga pemerintahan yang berkuasa memberikan kelonggaran perpanjangan waktu libur.

Pendapat lain menyebutkan baik tradisi agama Protestan maupun agama Katolik yang menjadi mayoritas keyakinan orang-orang di sini memiliki tradisi tanggal 26 Desember itu sendiri.

Pada 26 Desember dalam liturgi Gereja Katolik dirayakan hari orang kudus yakni Santo Stephanus yang menjadi martir pertama. Santo Stephanus sendiri mendapat tempat di hati warga di sini.

Bahkan negeri tetangga seperti Austria memiliki tradisi tersendiri seperti kunjungan keluarga atau makanan tertentu pada saat 26 Desember tersebut.

Sedangkan negeri lain berbahasa Inggris seperti Amerika, Inggris, Australia dsb menyebut hari ini 26 Desember sebagai “Boxing Day”. Ini bukan berarti “Hari Tinju”. Pendapat kenalan asal negeri Paman Sam menyebut tanggal 26 Desember adalah waktu membongkar hadiah Natal yang diterima.

Sementara kami sebagian besar di sini membongkar hadiah Natal pada saat Malam Natal 24 Desember, yang disebut sebagai “Heiligabend” atau Malam Kudus.

Begitulah cerita tanggal 26 Desember yang masih dijadikan Hari Libur di sebagian besar Eropa. Bahkan begitu sulit untuk menemukan akomodasi, biaya transportasi pun bisa membengkak, toko-toko pun bisa jadi tutup.

Bagaimana pengalaman Anda hari ini, 26 Desember?

3 thoughts on “Mengapa 26 Desember Terhitung Hari Libur di Eropa?

    1. I see… I feel you, Angela. Christmas was traditionally a Christian festival celebrating the birth of Jesus, but in this century, it also became a secular family holiday and commercial things I observed as you did as well. Hmm, may your days fill in blissfulness with your loved one before end of this year🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s