Mi Kuah Telur Asin, Suka yang Mana?

Telur asin kini mudah saya dapatkan di toko Asia di kota saya. Meski rasanya sedikit berbeda, tetapi setidaknya saya masih bisa mencicipinya kalau saya ingin menikmati nasi Rawon pakai telur asin.

Setelah saya melihat menu kekinian pedagang restoran saat pulang kampung kemarin yakni saus telur asin, saya kemudian mempraktikkannya di rumah. Siapa tahu bisa jadi menu pilihan kalau Winter bisa menikmati mi kuah.

Akhirnya tanpa ragu-ragu saya membelinya dan tidak dijual satuan. Hmm, akhirnya saya buat kreasi dua macam contoh mi kuah pakai telur asin.

Menu mi kuah pertama adalah mi pakai daun bayam, pengganti sawi hijau kemudian suwiran daging ayam dan diberikan hiasan saffron. Telur asin dibiarkan utuh dan dicampur dalam mie.

Mi kuah pertama tampak seperti mi kuah pakai telur rebus. Bumbu yang dipakai bisa disesuaikan dengan selera. Hanya saja saya tidak memakai mi instan sehingga saya kurangi garamnya agar terasa tidak asin saat disantap.

Mi kuah kedua adalah mi dengan kuah telur asin yang kadang diikuti banyak generasi milenial. Gunakan dua telur asin. Haluskan bersamaan, bawang putih dan sedikit lada.

Setelah itu, tambahkan susu cair 60 ml dalam adonan telur asin. Haluskan bersamaan sehingga menjadi kuah. Anda bisa masak bersamaan dengan mi.

Jujur saya kurangi porsi mi sehingga tidak membuat perut saya membesar karena mi dan susu. Hasilnya memang menjadi mi kuah rasa telur asin.

Kalau Anda merasa tidak suka telur asin, sebaiknya kuah telur asin dimasak dulu. Kemudian ambil kuah mi tidak terlalu banyak sehingga Anda bisa masak kuah telur asin bersamaan.

Anda tertarik yang mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s